Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Danantara untuk segera membenahi tata kelola BUMN yang dinilainya masih menyimpan banyak persoalan. Ia secara terbuka mengkritik kinerja sejumlah direksi BUMN yang dianggap tidak profesional dan tidak berorientasi pada pengabdian kepada negara.
Hal tersebut tercermin dari praktik pemberian tantiem meski perusahaan dalam kondisi merugi.