Risiko keamanan digital semakin mengkhawatirkan pengguna internet seiring perkembangan alat kecerdasan buatan (AI) yang memudahkan banyak hal, termasuk aktivitas peretasan dan pencurian data. Simak cara melindungi data pribadi berikut ini.
Data pribadi mencakup informasi diri kita baik data yang bersifat publik maupun data sensitif. Beberapa informasi seperti nama lengkap, nomor kartu tanda penduduk (KTP), nomor telepon, nomor rekening, hingga alamat rumah sering diminta saat kita melakukan registrasi atau transaksi elektronik.
Padahal, data pribadi merupakan aset berharga yang perlu dijaga di era digital saat ini karena rentan disalahgunakan. Pelaku kejahatan bisa memanfaatkan data pribadi untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan seperti peretasan, doksing, spam, scam, bahkan pencurian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengguna perlu mengamankan akun dan data pribadi supaya terhindar dari praktik kejahatan atau penipuan dari kebocoran data. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa cara mengamankan akun agar data pribadi tidak bocor dan disalahgunakan pihak lain.
1. Ganti password secara berkala
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengganti kata sandi atau password secara berkala, misalnya tiga bulan sekali. Langkah ini merupakan pencegahan agar akun dan informasi data pribadi aman dari peretasan.
2. Buat password berbeda di tiap akun
Selain mengganti password secara rutin, membuat password berbeda di masing-masing platform seperti e-commerce dan media sosial juga dapat mencegah kebocoran data satu akun meluas dan merembet ke akun yang lain.
3. Hindari kombinasi password yang umum
Jangan gunakan password yang sering dipakai orang lain atau mudah ditebak seperti 12345 atau tanggal lahir. Sangat disarankan untuk membuat password panjang dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol.
Semakin sulit password diingat, semakin baik password tersebut. Anda bisa mencatat password agar mudah login akun kembali jika takut lupa password.
4. Hati-hati dengan WiFi publik
WiFi publik mungkin memiliki tingkat keamanan rendah yang membuat data pribadi rentan dicuri. Hindari melakukan aktivitas berisiko seperti berbelanja daring dan membuka m-banking jika sedang menggunakan WiFi publik.
5. Gunakan dompet digital
Menggunakan kartu debit, kartu kredit, atau kartu e-money secara langsung lebih berisiko terhadap pencurian. Dompet digital dapat menjadi alternatif dalam transaksi sehari-hari karena memiliki sistem keamanan yang berlapis dan kontrol penuh dari ponsel.
6. Verifikasi dua langkah
Apabila memungkinkan, aktifkan verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA) dari aplikasi atau Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) untuk melindungi data pribadi.
7. Pasang dan perbarui antivirus
Anda juga disarankan memasang antivirus terbaru dalam perangkat sebagai bentuk antisipasi serangan malware ke perangkat yang memungkinkan penyusupan bagi peretas.
8. Hindari klik link aneh
Berhati-hatilah apabila menemukan link asing yang mencurigakan walaupun dikirim orang terpercaya seperti keluarga, jangan langsung mengekliknya. Bisa jadi link tersebut merupakan phishing yang bertujuan mencuri data pribadi dari platform.
Phishing adalah metode penipuan dengan mengelabui target untuk mencuri akun. Phishing biasanya digunakan pada email, media sosial, hingga aplikasi pesan instan seperti WhatsApp. Link phishing bisa mengarahkan Anda ke halaman palsu dengan maksud menjebak.
9. Jaga kode OTP
One-Time Password atau OTP merupakan kode keamanan transaksi daring atau aktivitas digital lainnya. Kode OTP diberikan secara personal melalui sistem kepada pengguna platform. Jangan pernah memberitahukan kode OTP kepada siapa pun, terutama jika Anda tidak sedang mencoba login.
10. Pakai platform terpercaya
Mulailah selektif dalam memberikan data pribadi dalam platform. Periksa terlebih dahulu jenis platform yang meminta data pribadi, apakah terpercaya atau tidak untuk menghindari kebocoran data.
(fta/dmi)

