Bos NASA Minta Publik Stop Kritik Pilot Learjet 60

CNN Indonesia
Selasa, 03 Nov 2026 15:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Administrator NASA Jared Isaacman meminta netizen dan masyarakat luas untuk menyetop kritik yang dilontarkan kepada pilot dan kopilot pesawat Learjet 60 yang jatuh dan terbakar pada Minggu (1/11). Ia dengan tegas meminta kepada seluruh pihak untuk menunggu investigasi dan menghormati korban meninggal serta keluarganya.

Salah satu pilot pesawat pribadi Learjet 60 yang jatuh menukik tajam di jalan raya Florida, Amerika Serikat, diidentifikasi sebagai Nathalia Filgueiras berusia 20 tahun.

Insiden yang terjadi dekat resort Presiden Donald Trump itu menewaskan seluruh sembilan orang yang ada di pesawat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya merasa terdorong untuk memposting setelah melihat komentar tentang kecelakaan Lear 60, mulai dari serangan rudal, DEI (Diversity, Equity, and Inclusion), hingga kritik terhadap panggilan radio terakhir wanita malang ini," tulis Isaacman di X pada hari Senin (2/11), melansir Business Insider.

Ia menjelaskan bahwa "wanita malang" tersebut merupakan wakil komandan dan telah melakukan pekerjaannya serta tanggung jawabnya dengan baik, termasuk berkomunikasi dengan pemandu lalu lintas udara (ATC) hingga akhir.

"Dia kemungkinan besar tahu sebelum banyak panggilan itu bahwa dia akan meninggal," ungkapnya.

Panggilan radio terakhir pilot Learjet 60 yang jatuh dengan menukik tajam dari ketinggian 27 ribu kaki dalam waktu satu menit sebelum menabrak tanah pada hari Minggu (1/11) menuai berbagai respons.

Meskipun pihak berwenang belum mengumumkan apa penyebab kecelakaan dan identitas pilot dan penumpang pesawat tersebut, rekaman panggilan darurat seorang kopilot tersebut beberapa saat sebelum kecelakaan memicu reaksi di media sosial.

Isaacman juga menambahkan bahwa ada banyak faktor yang belum diketahui, termasuk riwayat perawatan pesawat, potensi kegagalan struktural, turbulensi, kecepatan berlebih, dan faktor cuaca. Dengan kata lain, investigasi insiden ini belum selesai dan kita belum mengetahui segala hal yang terjadi di kokpit itu.

"Biarkan orang-orang menyelidiki, belajar, dan berbagi fakta. Hormatilah mereka yang meninggal dan keluarga yang mengenang mereka," tegasnya.

Learjet 60 berangkat dari Austin dan sedang dalam perjalanan menuju Bahama ketika memasuki Florida pada hari Minggu. Pesawat itu jatuh dari ketinggian 27.000 kaki dalam waktu sekitar satu menit sebelum menabrak tanah.

National Transportation Safety Board mengatakan bahwa cuaca merupakan fokus utama penyelidikan kecelakaan tersebut. Florida Selatan mengalami badai petir yang meluas pada hari itu, dengan data cuaca penerbangan menunjukkan hujan lebat, jarak pandang rendah, dan turbulensi sedang.

Selain Isaacman, pensiunan pilot Delta Air Lines Mark Stephens juga memberikan komentar serupa kepada orang-orang yang menyalahkan kopilot wanita tersebut. Ia mengatakan bahwa mungkin ada peran cuaca dan mengingatkan agar tidak terburu-buru menyalahkan para pilot yang terlibat.

"Semua orang langsung mengambil kesimpulan tentang pilot itu, seperti sok tahu setelah kejadian 'Oh, itu salahnya'. Itu omong kosong. Dan dia bahkan bukan kaptennya," kata Stephens.

(fta/dmi)
LIHAT SELENGKAPNYA