China Wanti-wanti Luar Angkasa Bisa Jadi Medan Perang Baru

CNN Indonesia
Selasa, 27 Okt 2026 08:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

China menegaskan posisinya terhadap tantangan regulasi terkait ancaman relasi kuasa antariksa antarnegara serta risiko keamanan aktivitas luar angkasa yang dikhawatirkan dapat menjadi medan peperangan yang baru.

Luar angkasa kini dibayangkan sebagai rumah baru bagi kelangsungan hidup dan perkembangan umat manusia di masa depan. Eksplorasi alam semesta serta pemanfaatan ruang angkasa beberapa tahun ke belakang menjadi perhatian bagi banyak pihak.

Merespons hal tersebut, China mengeluarkan sebuah dokumen berjudul China's Position on Strengthening Outer Space Governance yang berisi pernyataan sikap negara atas perkembangan teknologi dan peningkatan aktivitas luar angkasa yang signifikan saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China menilai hukum internasional yang ada saat ini mulai tertinggal seiring dengan kemajuan sains dan teknologi antariksa, frekuensi, intensitas, dan kedalaman kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan pemanfaatan ruang angkasa.

"Memperkuat tata kelola antariksa global merupakan isu mendesak bagi umat manusia dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh negara," tulis dokumen tersebut, dilansir dari Xinhua, Jumat (23/10).

Mereka mengusulkan setiap negara untuk tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan, menjunjung tinggi kesetaraan kedaulatan, mematuhi hukum internasional, menerapkan multilateralisme, serta mengedepankan pendekatan yang berpusat pada manusia dan berfokus pada tindakan (action-oriented).

"Risiko perlombaan senjata di ruang angkasa serta kecenderungan untuk mengubah ruang angkasa menjadi medan konflik baru telah menjadi ancaman dan tantangan paling serius bagi keamanan antariksa," tulis dokumen tersebut.

Terdapat 10 poin yang menjadi perhatian bagi China terkait regulasi dan risiko keamanan luar angkasa yang menurut dokumen tersebut harus diupayakan dengan tujuan membangun komunitas dan masa depan bersama demi kebaikan semua pihak. Berikut di antaranya:

  1. Berkomitmen pada keterbukaan dan manfaat bersama
  2. Menghormati hak-hak semua negara
  3. Mematuhi supremasi hukum internasional
  4. Mendorong inovasi dan pembangunan
  5. Menjaga keamanan bersama
  6. Mencegah konflik bersenjata
  7. Mengurangi kesalahpahaman dan persepsi keliru
  8. Mengatur aktivitas komersial di luar angkasa
  9. Memperdalam kerja sama internasional
  10. Memajukan tata kelola global

China menyatakan luar angkasa merupakan milik seluruh umat manusia. Untuk itu, agenda Space2030 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus dilaksanakan dengan memberikan perhatian khusus pada pengembangan kapasitas dan kebutuhan penerapan teknologi bagi seluruh pihak.

Selain itu, mereka juga mendorong adanya penelitian bersama dan kerja sama teknologi secara bilateral, regional, atau internasional untuk mempercepat pemanfaatan teknologi antariksa demi meningkatkan taraf hidup manusia, termasuk mitigasi bencana dan penanganan perubahan iklim.

Seluruh aktivitas yang dilakukan di luar angkasa juga tetap harus menjunjung tinggi regulasi internasional yang berlaku, termasuk Outer Space Treaty. Dalam hal ini, setiap negara wajib mematuhi prinsip keamanan di luar angkasa dan bersikap transparan.

Mereka menyarankan negara-negara untuk menghindari konflik dan tidak merancang regulasi yang bersifat diskriminatif maupun eksklusif. Upaya-upaya ini harus dilakukan untuk membangun mekanisme tata kelola yang terbuka, adil, dan efektif berdasarkan partisipasi luas.

(fta/dmi)
LIHAT SELENGKAPNYA