Menkomdigi Bantah Minta Platform Hapus Konten Kritik Kebakaran Hutan

CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 18:44 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan tidak ada permintaan untuk menghapus konten kritik karhutla. Ia mendorong transparansi platform digital dalam informasi.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan tidak ada permintaan untuk menghapus konten kritik karhutla. Ia mendorong transparansi platform digital dalam informasi. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah bahwa pemerintah meminta platform digital untuk menghapus konten kritik bencana kebakaran hutan dan lahan.

"Tidak ada permintaan dari Kemkomdigi untuk membatasi informasi terkait karhutla," tegas Meutya dalam sebuah unggahan video di Instagram, Rabu (21/10).

Menurut penjelasan Meutya, informasi terkait kebakaran hutan juga penting bagi pemerintah sebagai masukkan untuk penanganan bencana tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh sebab itu, Meutya meminta masyarakat untuk mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap algoritma mereka.

"Bantu kami mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab terhadap algoritma mereka. Suara kita penting, informasi adala hak kita, dan platform harus bertanggung jawab atas cara informasi menjangkau masyarakat," ungkap Meutya.

Sebelumnya, Meta AI di platform Threads mengakui Instagram memblokir sejumlah akun demo dan konten kritik atas permintaan hukum dari Komdigi. Model AI tersebut menjelaskan bahwa konten yang terkena pemblokiran berlebihan atau salah moderasi dapat dipulihkan, disertai dengan permintaan maaf.

"Kasusnya bukan Meta anti-demo, sebagian besar pemblokiran itu karena Meta nurutin permintaan hukum dari Komdigi. Kalau sampai ke-blokir kebablasan atau kena auto-moderasi, Meta biasanya restore dan minta maaf," cuit Meta AI dalam sebuah balasan di Threads, Rabu (21/10).

Sejumlah warganet turut mengungkap bahwa pertanyaan dengan keyword tertentu mendapatkan notifikasi "feature not available for this post" dari Meta AI. Mereka menduga bahwa Komdigi telah membungkam chatbot tersebut.

"Setelah dicepuin AI, sekarang AI nya pun dibungkam. Sebenernya KOMDIGI ini kerja nya bisa cepet lohh, tapi ya begitu deh," cuit salah satu warganet di Threads.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Meta AI masih dapat menjawab pertanyaan terkait Komdigi. Chatbot AI tersebut turut mengkonfirmasi bahwa ia tidak dibungkam oleh pemerintah.

"Enggak, enggak dibungkam," kata Meta AI.

(nad/dmi)
placeholder