Sejumlah Web Jurnal Disusupi Iklan Judi Online, Bagaimana Mencegahnya?

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 08:30 WIB
Situs jurnal ilmiah di Indonesia disusupi iklan judi online
Ilustrasi. Sejumlah situs jurnal ilmiah di Indonesia disusupi iklan judi online. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah web jurnal ilmiah milik institusi resmi di Indonesia disusupi iklan judi online (judol). Kasus ini menunjukkan lemahnya sistem keamanan yang menjadikan situs tersebut rentan menjadi sasaran peretasan.

Berdasarkan penelusuran pakar keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya pada awal Oktober, sebanyak sembilan institusi di delapan provinsi menjadi korban penyusupan iklan judol. Seluruh situs terdampak menampilkan merek judol yang sama dengan pola kalimat serupa.

Menurut Alfons, pelaku dengan sengaja memanfaatkan kredibilitas domain kampus yang sering dikunjungi dan dijadikan rujukan ilmiah. Domain-domain tersebut memiliki reputasi yang kuat di mesin pencari sehingga mampu menjadi wadah iklan yang efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuh dari sembilan kasus yang ditemukan terjadi di situs jurnal ilmiah dan repositori karya ilmiah.

Situs jurnal merupakan situs yang wajib dimiliki setiap kampus dan dikelola oleh masing-masing fakultas. Situs semacam ini menjadi rentan ketika tidak dikelola dengan baik.

Alfons tidak menyebut nama institusi terkait secara langsung, melainkan hanya menyebut daftar sembilan institusi beserta lokasi dan jenis situs yang terdampak sebagai berikut.

  • Perguruan tinggi negeri di Jawa Timur: situs jurnal ilmiah
  • Perguruan tinggi swasta di Jawa Timur: situs jurnal ilmiah
  • Perguruan tinggi negeri di Sumatera Barat: situs jurnal pengabdian
  • Politeknik swasta di Sumatera Utara: repositori karya ilmiah
  • Perguruan tinggi negeri di Riau: situs unit daerah
  • Perguruan tinggi swasta di Lampung: situs jurnal ilmiah
  • Perguruan tinggi keagamaan negeri di Bengkulu: situs kampus
  • Lembaga pemerintah pusat di Kalimantan Timur: situs publikasi kebijakan milik unit daerah
  • Perusahaan penerbit jurnal di Jawa Tengah: situs jurnal

Alfons menjelaskan para pelaku kasus semacam ini membuat suatu mekanisme yang memungkinkan situs menampilkan konten yang berbeda ketika dibuka melalui link secara langsung dan ketika dibuka melalui pencarian Google.

"Yang membuat kasus ini sulit disadari adalah adanya pengalih/forwarder tersembunyi yang hanya aktif saat yang datang adalah mesin pencari Google," tulis Alfons dalam laporannya.

Hal ini yang menyebabkan pengelola kadang tidak menyadari bahwa situs yang dikelolanya telah dialihkan ke situs judi online jika dicari melalui Google. Akibatnya, situs institusi justru menjadi jebakan bagi banyak pengguna.

Bagaimana mencegah penyusupan situs?
Menurut Alfons, ada beberapa cara bagi pengelola untuk mencegah kasus semacam ini terjadi, di antaranya dengan memperbarui perangkat lunak dengan sistem keamanan terbaru, mengganti kata sandi menjadi yang lebih kuat, serta menggunakan autentikasi dua faktor.

"Menariknya, tidak sedikit korban yang aplikasinya masih memakai versi yang didukung. Artinya pintu masuknya kemungkinan besar akun pengelola yang bocor," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menemukan bahwa kebanyakan situs jurnal ilmiah yang ditemukan tidak mencantumkan kontak tim tanggap insiden siber.

Menurutnya, mencantumkan kontak dapat mempermudah pelaporan agar pengguna dapat melaporkan langsung temuan semacam ini ke pihak pengelola situs.

Untuk melakukan pengecekan situs, kata Alfons, pengelola dapat mengetik site:namadomain.ac.id slot atau site:namadomain.go.id togel di Google.

Jika yang muncul berkaitan dengan judi online atau penyusupan lainnya, situs kemungkinan sudah kebobolan.

Segera cegah dan tutup akses dengan memperbarui aplikasi perangkat lunak, cek plugin dan tema, serta hapus berkas dan akun yang tidak dikenal. Matikan juga subdomain yang sudah tidak terpakai.

[Gambas:Video CNN]

Ganti semua kata sandi pengelola, panel hosting dan database, lalu aktifkan autentikasi dua faktor. Daftarkan situs di Google Search Console untuk menghapus halaman judi dari hasil pencarian, dan sediakan kontak pelaporan keamanan yang jelas.

"Menghapus halamannya saja kerap tidak cukup karena sumber masalahnya bukan di tampilan situs, melainkan kelemahan lain yang harus ditutup. Kalau pintunya masih terbuka, ya penyusupnya akan datang lagi," tegas Alfons.

(fta/lom)