Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah dugaan adanya pembatasan jangkauan konten atau shadowban terhadap unggahan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sejumlah pengguna media sosial menduga adanya shadowban yang dilakukan pemerintah melalui Komdigi.
Shadowban menjadi isu yang sering dibicarakan para pengguna media sosial. Mereka sering kali merasakan konten-konten terkait topik tertentu cenderung mendapatkan sedikit jumlah engagement, mulai dari view, like, hingga komentarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi isu shadowban terhadap konten karhutla, Direktur Pengendalian Ruang Digital Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Safriansyah Yanwar Rosyadi menegaskan bahwa Komdigi tidak pernah meminta platform membatasi maupun menurunkan konten terkait karhutla.
"Kami menegaskan bahwa Komdigi tidak pernah menginstruksikan atau mengajukan permintaan kepada platform untuk membatasi atau menurunkan konten terkait kebakaran hutan," kata Safriansyah pada Selasa (20/10), dikutip dari Detikcom.
Ia menjelaskan, setiap platform digital memiliki pedoman komunitas dan mekanisme yang berbeda-beda terkait bagaimana mereka merekomendasikan konten ke penggunanya.
Menurutnya, dugaan upaya shadowban atau penghapusan konten oleh pemerintah perlu ditelusuri lebih lanjut berdasarkan fakta dan dikonfirmasi langsung ke platform terkait.
"Jadi, jika ada konten yang diduga mengalami penurunan jangkauan atau dihapus, penyebabnya perlu ditelusuri berdasarkan fakta dan dikonfirmasi kepada platform terkait," ungkapnya.
Fenomena shadowban mulai ramai dibahas setelah sejumlah tokoh publik mengaku mengalami kejanggalan pada engangement media sosial mereka setelah mengunggah konten terkait kebakaran hutan yang terjadi di berbagai wilayah.
Misalnya, menurut akun Threads @tasyafarasya, milik seorang vlogger kecantikan yang memiliki 7,4 juta pengikut di Instagram. Ia mengungkap jumlah views di Instagram Stories miliknya mengalami penurunan yang signifikan, dari yang biasanya bisa mencapai satu juta, menjadi hanya 85 ribu.
"Stories aku biasanya VS story aku saat speak up. 🙂🙂🙂🙂," ungkap Tasya dengan menyertai tangkapan layar sebagai pembanding.
Sementara itu, beberapa influencer lain seperti Jerome Polin justru mengatakan Instagram Stories miliknya tidak mengalami shadowban dan akun yang ia miliki tetap mampu menyebarkan informasi untuk banyak orang.
"Aku gak tau pasti caranya, tapi kalo aku liat pola dan pelajari, pakai template "add yours" bisa ngeboost views," kata Jerome dengan akun Threads @jeromepolin.
(fta/lom)

