Mengenal Rudal Balistik Hwasong-20 Korut yang Diklaim Bisa Jangkau AS

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 11:46 WIB
This picture taken on October 10, 2025 and released from North Korea's official Korean Central News Agency (KCNA) on October 11, 2025 shows the Hwasong-20, a new intercontinental ballistic missile (ICBM), during the military parade to celebrate the 8
Rudal balistik antarbenua Hwasong-20 diklaim mampu mencapai daratan Amerika Serikat (AS). (Foto: KCNA VIA KNS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi museum industri pertahanan yang di antaranya memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-20 yang diklaim mampu mencapai daratan Amerika Serikat (AS).

KCNA melaporkan Kim, didampingi putrinya yang dikenal sebagai Ju Ae dan istrinya Ri Sol Ju, menghadiri peresmian Museum Revolusi Pertahanan pada Minggu (11/10).

Museum tersebut memamerkan persenjataan yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Kim, mulai dari drone hingga rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-20.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea Shin Jong-woo menyebut sebuah penjelasan di depan peluncur Hwasong-20 tampak memperlihatkan desain hulu ledak ganda serta peta dunia yang menggambarkan jangkauan hingga daratan AS, Timur Tengah, Australia, dan bahkan Amerika Selatan.

"Pameran tersebut tampaknya dimaksudkan untuk menonjolkan pencapaian program pengembangan ilmu pertahanan Kim," kata Shin, dikutip dari CNA.

"Hal itu memberikan kesan sebagai propaganda yang bertujuan untuk memperoleh keunggulan strategis menjelang kemungkinan pertemuan puncak antara Korea Utara dan AS," imbuhnya.

Spesifikasi Hwasong-20

Mengutip Defence Security Asia, Hwasong-20 diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 15.000 kilometer, yang memungkinkan rudal tersebut menjangkau daratan Amerika Serikat.

Rudal ini disebut menggunakan sistem propulsi berbahan bakar padat. Teknologi tersebut memungkinkan persiapan peluncuran lebih singkat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.

Hwasong-20 juga menggunakan kendaraan pengangkut sekaligus peluncur atau Transporter Erector Launcher (TEL). Platform bergerak ini disebut memungkinkan rudal dipindahkan melalui jalan darat.

Dari sisi persenjataan, Hwasong-20 diperkirakan dapat mengusung teknologi Multiple Independently Targetable Reentry Vehicle (MIRV), yakni beberapa hulu ledak yang dapat diarahkan ke sasaran berbeda dalam satu peluncuran.

(lom)
placeholder