Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang pada hari ini, Jumat (9/10). Simak daftarnya berikut ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk 8-10 Oktober 2026.
Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, hingga Papua berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat atau berstatus Waspada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sumatra Utara dan Bengkulu berstatus Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Menurut BMKG, tidak ada wilayah yang berstatus Awas pada hari ini.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Sulawesi Utara dan Papua Pegunungan.
Berikut daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang:
Hujan sedang hingga lebat
- Aceh
- Sumatra Barat
- Jambi
- Kep. Bangka Belitung
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
Hujan lebat hingga sangat lebat
- Sumatra Utara
- Bengkulu
Angin kencang
- Sulawesi Utara
- Papua Pegunungan
Hujan lebat lokal
Pada awal Oktober 2026, pola cuaca di Indonesia masih dipengaruhi El Niño dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi kedua faktor tersebut menyebabkan kondisi atmosfer yang relatif kering masih berpotensi bertahan di sejumlah wilayah.
Dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 06-12 Oktober 2026, BMKG menjelaskan bahwa El Niño sangat kuat masih bertahan di Samudra Pasifik ekuatorial. Sementara itu, IOD positif turut mengurangi pasokan uap air dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat.
Pada dasarian I Oktober atau periode 1-10 Oktober 2026, sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0-50 mm per dasarian. Sekitar 19,99 persen wilayah berada pada kategori menengah dengan curah hujan 50-150 mm per dasarian, sedangkan sekitar 0,36 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, yakni 150-300 mm per dasarian.
"Dominasi curah hujan kategori rendah tersebut mengindikasikan bahwa kondisi kering masih berpotensi berlanjut di sebagian besar wilayah," tulis BMKG dalam prakiraan tersebut.
Kondisi ini terutama perlu menjadi perhatian di daerah yang sebelumnya telah mengalami periode tanpa hujan cukup panjang. Kewaspadaan terhadap dampak kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu dipertahankan.
Meski demikian, dinamika atmosfer regional tetap mendukung peluang hujan di sejumlah wilayah. Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan berada di sekitar Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Sementara itu, Gelombang Kelvin berpotensi memengaruhi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Zona perlambatan dan pertemuan massa udara juga diprakirakan terbentuk di sebagian Sumatra bagian tengah dan utara, Kalimantan bagian tengah hingga timur, Sulawesi bagian utara, serta Papua.
Dukungan gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta pola pertemuan dan belokan angin tersebut dapat membantu pertumbuhan awan hujan. Karena itu, di tengah dominasi kondisi kering, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir maupun angin kencang masih berpeluang terjadi secara lokal sepanjang periode tersebut.
(lom)

