Retas Situs Resmi FBI, Hacker Yordania Ditangkap

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 17:20 WIB
ilustrasi hacker, ilustrasi serangan siber
Ilustrasi. Seorang peretas ShinyHunters ditangkap di Yordania. Penangkapannya terkait pembobolan data FBI. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang peretas atau hacker yang diduga tergabung dalam kelompok ShinyHunters ditangkap oleh pihak berwenang di Yordania. Kelompok tersebut mengaku telah membobol situs resmi dan mencuri data sensitif milik Badan Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

Berdasarkan ketiga sumber informasi yang mengetahui masalah tersebut, anggota kelompok ShinyHunters ini bernama Saif al-Din Khader yang ditahan oleh otoritas Yordania. Mereka menyebut Khader dibawa ke tahanan pada Selasa (29/9).

Khader menggunakan nama samaran "Ray". Penangkapan ini menjadi perkembangan terbaru dalam kasus ShinyHunters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut sumber, setelah ditangkap, Khader membantu FBI dan penegak hukum di berbagai negara dalam menemukan peretas lain dalam kelompok ShinyHunters.

FBI menolak berkomentar mengenai penangkapan tersebut. Namun, mereka mengatakan bahwa akan terus melakukan penyelidikan terhadap insiden siber yang diduga melibatkan ShinyHunters.

"Kami terus melakukan penyelidikan secara agresif terhadap insiden siber terbaru yang diduga melibatkan ShinyHunters. FBI telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk menangkap beberapa orang yang diduga terlibat dan tidak akan segan-segan mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk membawa setiap pihak yang bertanggung jawab ke hadapan hukum," ujar FBI, dikutip Reuters, Sabtu (3/10).

Kerja sama Khader dengan penyelidik dapat menjadi hal penting dalam membantu membatasi atau setidaknya memahami dampak serangan tersebut.

Menurut salah satu sumber, Khader menunjukkan perangkat elektronik dan komunikasi digital miliknya kepada penyelidik untuk membantu FBI menemukan anggota kelompok lainnya.

"Kerja samanya sangat penting dalam upaya yang sedang berlangsung untuk menangkap para hacker ini," ungkap sumber tersebut.

Identitas Khader dan dugaan hubungannya dengan ShinyHunters telah lama diketahui oleh para peneliti keamanan siber.

Tahun lalu, jurnalis independen Brian Krebs melaporkan bahwa Khader merupakan anggota penting Scattered Lapsus$ Hunters, sebuah kelompok yang menaungi sejumlah peretas, termasuk ShinyHunters.

Kerbs menyebut pernah berbicara dengan Khader melalui Signal dan mengaku bahwa ia telah lama meninggalkan dunia pembobolan data dan pemerasan serta bekerja sama dengan penegak hukum.

Reuters melaporkan bahwa muncul tanda-tanda bahwa aktivitas ShinyHunters terganggu setelah mereka mengumumkan pembobolan sistem FBI pada beberapa hari terakhir.

Mereka tidak lagi dapat menghubungi ShinyHunters melalui akun daring yang sebelumnya digunakan mereka untuk berkomunikasi dengan wartawan pada Selasa (29/9). Kemudian, situs mereka di dark web yang digunakan untuk mengunggah ancaman terhadap AI turut menghilang pada Rabu (30/9).

Direktur FBI Kash Patel telah memberi tanda bahwa akan ada penangkapan lebih lanjut setelah pengumuman bahwa anggota ShinyHinters lainnya yang diduga terlibat bernama Pepijn van der Stap telah ditahan di Belanda.

"Tim FBI sedang menindaklanjuti petunjuk baru SAAT INI. Penangkapan lebih lanjut sedang dipertimbangkan," cuit Patel dalam akun resminya di platform media sosial X pada Rabu (30/9).

Pengelola alamat email yang terkait dengan ShinyHunters tidak menanggapi permintaan komentar. Sebelumnya, mereka mengatakan bahwa situs kelompok peretas ini telah offline akibat sabotase dari pesaing dan "gangguan akibat insiden yang tidak terkait".

Email terbaru yang diterima Reuters dari operator tersebut menunjukkan nada yang lebih akomodatif. ShinyHunters disebut telah menyerah dalam kasus ini.

"Kami tidak ingin ada ekskalasi lebih lanjut dengan FBI," kata pengelola email terkait ShinyHunters.

Menurut mereka, pesan tersebut dapat diartikan bahwa "ShinyHunters mundur sepenuhnya".

ShinyHunters terus melakukan aksi peretasan hingga 2026. Mereka mengklaim telah membobol situs resmi milik FBI.

Data yang dibobol oleh ShinyHunters memuat informasi rinci mengenai penugasan sensitif kepada sejumlah pegawai FBI seperti memata-matai China, intelijen Rusia, kartel narkoba serta berbagai bidang lainnya.

Data tersebut berupa spreadsheet berisi 5.000 baris yang berisi nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, serta informasi kontak darurat yang terkait dengan ribuan pegawai FBI.

Lebih lanjut, data tersebut juga memuat penempatan pegawai di kantor-kantor tertentu. Dalam beberapa kasus, informasi ini menunjukkan pegawai yang bertugas di unit yang menangani pekerjaan sensitif di bidang intelijen, keamanan dan kontra-spionase.

Meski demikian, ShinyHunters mengklaim data yang diretasnya ini hanya sebagian kecil dari sekitar 2 hingga 3 terabita data yang telah mereka curi.

ShinyHunters bahkan mengancam akan menyandera data-data tersebut sampai FBI mencabut pernyataan yang mereka anggap merugikan kelompok tersebut pada bulan Mei lalu.

[Gambas:Video CNN]

Kelompok ini juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pengembang gim "Grand Theft Auto", yaitu Rockstar Games, serta serangan yang melibatkan platform pendidikan Canvas dan menyebabkan gangguan luas di sekolah-sekolah Amerika Serikat pada bulan mei lalu.

Para ahli siber meyakini kelompok peretas ShinyHunters ini terdiri dari hacker muda berbahasa Inggris yang berfokus pada pencurian dan pemerasan data.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa lembaga penegak hukum di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat mengalami kesulitan menangkap dan membawa ke pengadilan anggota kelompok terkait Lapsus$ dan Scattered Spider.

Menurut Reuters, kesulitan tersebut terjadi karena para hacker masih di bawah umur, sehingga proses hukum bisa menjadi rumit. Selain itu, kelompok-kelompok tersebut juga tidak memiliki struktur yang formal.

(nad/dmi)
placeholder