Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia akan diguyur hujan hari ini, Selasa (6/10). Simak daftarnya berikut ini.
Menurut BMKG, pada Dasarian I Oktober 2026 sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah (0-50 mm/dasarian), diikuti kategori menengah (50-150 mm/dasarian) sekitar 19,99 persen, dan kategori tinggi (150-300 mm/dasarian) sekitar 0,36 persen.
BMKG menyebut dominasi curah hujan kategori rendah menunjukkan bahwa kondisi kering masih berpotensi berlanjut, terutama di wilayah yang sebelumnya telah mengalami periode tanpa hujan berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam peringatan dini pada periode 5-7 Oktober 2026, sejumlah wilayah seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kep. Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Papua Pegunungan dan Papua berstatus Waspada atau hujan sedang hingga sangat lebat.
Sementara itu, wilayah yang diprakirakan berstatus Siaga atau hujan lebat hingga sangat lebat seperti Aceh dan Kalimantan Utara.
Menurut BMKG, tidak ada wilayah yang berstatus Awas atau berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari ini.
BMKG menyebut, sejumlah wilayah Indonesia berstatus peringatan dini angin kencang seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Berikut daftar wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang pada Selasa (6/10):
Hujan sedang hingga lebat
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Kep. Riau
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Papua Pegunungan
- Papua
Hujan lebat hingga sangat lebat
- Aceh
- Kalimantan Utara
Angin kencang
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Timur
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
Kondisi atmosfer
BMKG menyebut pembentukan awan hujan masih dapat meningkat pada sejumlah wilayah yang masih dipengaruhi gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta terbentuknya daerah konvergensi, perlambatan, dan belokan angin.
"Interaksi faktor-faktor tersebut dapat memicu hujan secara lokal, meskipun secara umum penguatan Monsun Australia masih mendukung kondisi yang relatif lebih kering di Indonesia bagian selatan," jelas BMKG dalam laman resminya, Jumat (2/10).
Meski sejumlah wilayah mengalami hujan, kondisi atmosfer Indonesia diprakirakan masih dipengaruhi oleh dinamika iklim skala global yang cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas memasuki awal Oktober 2026.
El Nino dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung di Samudra Pasifik ekuatorial, sementara Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut berkontribusi terhadap kurangnya suplai uap air dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia bagian barat. Dengan demikian, kondisi ini menyebabkan atmosfer yang lebih kering masih berpotensi bertahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif melintasi sebagian wilayah Sumatra, sedangkan Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian Sumatra bagian tengah, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.
Kemudian, Monsun Australia diprediksi menguat dalam beberapa hari ke depan, yang menunjukkan meningkatnya pengaruh Monsun Australia dan aliran timuran di wilayah Indonesia bagian selatan. Kondisi ini cenderung membatasi suplai uap air dan menekan potensi hujan.
(nad/lom)

