Siap-siap, Trefik Konten Reupload Shorts di YouTube Bakal Anjlok

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 17:00 WIB
YouTube memperbarui kebijakan rekomendasi, memprioritaskan konten orisinal dan mengurangi jangkauan konten reupload.
YouTube memperbarui kebijakan rekomendasi, memprioritaskan konten orisinal dan mengurangi jangkauan konten reupload. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

YouTube melakukan pembaruan kebijakan dengan memperbarui sistem rekomendasinya. Pembaruan ini akan lebih memprioritaskan konten orisinal dan mengurangi rekomendasi konten-konten yang diunggah ulang atau reupload di Shorts.

Hal ini bertujuan agar meningkatkan pengalaman penonton serta mendukung kreator video orisinal meraih jumlah penonton untuk berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengumuman di laman Google Support, YouTube mengatakan akan mengurangi jangkauan atau reach konten Shorts yang hanya mengunggah ulang tanpa menambahkan sentuhan personal atau perubahan yang signifikan.

Dengan demikian, konten yang hanya sekedar reupload akan mendapatkan distribusi atau jumlah penonton yang lebih sedikit di feed Shorts. Namun, YouTube tidak sepenuhnya melarang dan menghabiskan konten reupload.

Namun, YouTube masih memberikan ruang bagi pembuat konten reupload atau clipper yang menambahkan nilai nyata di videonya, sehingga membuat konten yang mereka upload jadi lebih menarik.

"Jika Anda menggunakan klip dari kreator lain, pastikan Anda menambahkan nilai nyata melalui komentar orisinal Anda sendiri, suntingan unik, atau penceritaan (storytelling)," tulis platform tersebut.

Platform tersebut mendorong reuploader atau clipper agar menghadirkan format pengunggahan ulang konten yang lebih kreatif daripada hanya melakukan pengeditan kecil atau perubahan berbasis template seperti hanya teks subtitle.

Reuploader atau clipper dapat menambahkan suara, storytelling, atau sudut pandang sendiri jika ingin mempertahankan trefik kontennya.

Kebijakan YouTube yang baru ini diklaim sejalan dengan kebijakan yang sudah berlaku di platform mereka mengenai konten salinan yang dinilai mengganggu keseluruhan pengalaman penonton.

Cara kerja sistem rekomendasi YouTube

Algoritma YouTube akan mendeteksi perilaku menonton setiap akun pengguna untuk membuat feed serta pencarian lebih personal. Hal ini mencakup apa yang disukai, tidak disukai, subscription, dan masukan pengguna, termasuk dari survei kepuasan.

Dengan sistem rekomendasi, YouTube akan menilai dan mempertimbangkan reputasi serta kualitas channel untuk menentukan bagaimana, kapan, dan kepada siapa konten dapat ditampilkan.

Sistem ini akan membantu pengguna menemukan konten yang mereka suka sekaligus membantu kreator konten menemukan penontonnya. Sistem rekomendasi dirancang untuk memastikan kenyamanan penonton dan keberlangsungan kreator.

(fta/lom)
placeholder