Trump Tunjuk Direktur Intel Pimpin Lembaga AI Gedung Putih

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 12:00 WIB
Jay Clayton, US Attorney for the Southern District of New York, testifies during a Senate Intelligence Committee hearing on his nomination to be Director of National Intelligence, on Capitol Hill in Washington, DC, on July 15, 2026. (Photo by Ken Ced
Presiden Donald Trump menunjuk Direktur Intelijen Nasional AS, Jay Clayton, sebagai penanggung jawab utama lembaga kecerdasan buatan (AI) di pemerintahannya. (AFP/KEN CEDENO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump dilaporkan menunjuk Direktur Intelijen Nasional AS, Jay Clayton, sebagai penanggung jawab utama lembaga kecerdasan buatan (AI) di pemerintahannya.

Kabar tersebut dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) pada Sabtu (3/10) waktu Amerika Serikat, mengutip wawancara dengan pria bernama asli Walter Joseph Clayton III tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut WSJ seperti diberitakan Reuters, pria yang ditunjuk sebagai kepala intelijen pada Agustus lalu itu akan memimpin lembaga baru Gedung Putih dan bertugas melaporkan risiko dan peluang yang ditimbulkan oleh AI dalam waktu 120 hari.

"Presiden meminta agar dibentuk sebuah kelompok" yang disebut sebagai "Pasukan Super Intelijen" untuk memastikan AS tetap menjadi pemimpin dalam AI tingkat lanjut sembari melindungi kepentingan rakyat Amerika," kata Clayton kepada WSJ. "Risiko jika tidak menjadi yang pertama sangatlah besar".

Lembaga yang dipimpin Clayton ini akan meninjau risiko terkait AI serta mekanisme pelaporan pemerintah saat ini terkait pelanggaran, peretasan, dan insiden lainnya.

Setelah itu, menurut WSJ, mereka akan merekomendasikan cara untuk memperkuat kemampuan respons pemerintah federal berdasarkan wewenang yang ada.

Reuters menyebut keamanan AI jadi isu utama beberapa minggu terakhir. Sejumlah peneliti memperingatkan pihak-pihak yang mengembangkan teknologi itu meyakini AI dapat membunuh manusia dalam kurun waktu satu dekade.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat maupun Republik juga telah bereaksi dengan kekhawatiran dan menyerukan tindakan lebih lanjut.

Trump mengambil pendekatan yang longgar terhadap regulasi AI, dengan alasan pengawasan yang berlebihan dapat melemahkan daya saing terhadap China. Pada Selasa (29/9), Trump menyatakan tidak ingin bekerja sama dengan Presiden China, Xi Jinping, dalam pengaturan teknologi AI.

Penunjukan Jay Clayton ini kali kedua Trump memilih penasihat untuk mengawasi keputusan terkait AI di seluruh jajaran pemerintahannya.

Investor modal ventura David Sacks sebelumnya pernah memegang peran sebagai penanggung jawab utama AI pada awal masa jabatan kedua Trump.

WSJ juga menyebut, Wakil ketua gugus tugas ini adalah Emil Michael, Scott Kupor, dan Ketua Komisi Perdagangan Federal (FTC) Andrew Ferguson.

Kemudian anggotanya mencakup Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles. Penasihat eksternal juga akan mencakup Sacks dan mantan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice.

(reuters/end)
placeholder