Thailand Kini Gunakan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian

CNN Indonesia
Sabtu, 03 Okt 2026 18:33 WIB
Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan dalam industri durian di Thailand.
Ilustrasi. Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan dalam industri durian di Thailand. (christopher1710/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan dalam industri durian di Thailand. AI digunakan untuk meningkatkan kualitas buah demi mendorong ekspor durian ke China.

Di Chanthaburi, provinsi penghasil durian terbesar di Thailand, petani Nuttawoot Chanrueng telah melengkapi kebunnya dengan kamera, sensor, dan sistem data. Kesemua alat tersebut sebagian besar berasal dari China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap pohon kini memiliki catatan digital tentang kondisi pertumbuhannya. Sementara teknologi Iot atau Internet of Things dan AI membantu mendeteksi masalah lebih awal dan meningkatkan kemampuan pelacakan.

Melansir VN Express, teknologi ini memungkinkan Chanrueng untuk mengubah metode tradisional dalam mengelola kebun melalui pengalaman dan pengamatan menjadi data numerik yang dapat dipantau dan dianalisis.

"Kami mengamvil kearifan orang tua kami, kami tidak meninggalkan mereka. Kami mengadaptasi metode mereka agar sesuai dengan kebutuhan kami," ujar Chanrueng.

"Kami mengamati bagaimana mereka mengelola berbagai hal dan mengubahnya menjadi data numerik yang jelas, yang semuanya dapat ditampilkan dalam grafik," tambah dia.

Chanrueng mengatakan, teknologi China menarik bagi petani durian Thailand lantaran biayanya yang terjangkau, mudah diakses, dan mudah digunakan. Teknologi China juga dinilai menyiapkan solusi siap pakai yang secara bertahap dapat diintegrasikan dengan AI.

China sendiri menjadi pasar durian Thailand yang paling besar. Thailand mengekspor durian senilai hampir US$3,79 miliar ke China pada paruh pertama 2026.

Seiring meningkatnya persaingan dan syarat yang semakin ketat, Thailand beralih ke AI dan teknologi lainnya untuk meningkatkan konsistensi rasa durian.

Dilaporkan The Nation, perusahaan swasta juga telah mulai menggunakan AI untuk menilai kematangan durian. Para peneliti juga kini tengah mengembangkan sistem yang dapat menentukan kematangan durian tanpa harus membelahnya.

Inisiatif Durian Digital Thailand ini kini telah membantu lebih dari 10 ribu petani mengadopsi teknologi dalam perkebunannya. Program ini mencakup catatan budidaya digital, manajemen air cerdas, dan sistem lain yang mendukung.

(asr)
placeholder