Google Umumkan Gemini 4 Argon, Diklaim Jadi Model AI Paling Kuat

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 15:25 WIB
Google meluncurkan model AI terbaru, Gemini 4 Argon, yang diklaim paling kuat. Model ini dirancang untuk pekerjaan kompleks.
Google meluncurkan model AI terbaru, Gemini 4 Argon, yang diklaim paling kuat. Model ini dirancang untuk pekerjaan kompleks. (Foto: Arsip Google)
Jakarta, CNN Indonesia --

Google mengumumkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, Gemini 4 Argon, yang diklaim jadi model tercanggih dan paling kuat mereka. Model AI ini dirancang khusus untuk menangani berbagai pekerjaan kompleks dalam waktu panjang.

Perusahaan mengeklaim, model terbaru ini memiliki ukuran yang lebih besar dibanding jajaran model canggih 'Pro' versi sebelumnya.

"Ini adalah model dengan performa tertinggi yang pernah kami buat untuk menangani beban kerja kompleks. Kami menilai kemampuannya setara dengan model-model terdepan seperti Astra milik OpenAI dan Opus milik Anthropic pada benchmark pemrograman serta keamanan siber utama," kata salah satu juru bicara Google, melansir Reuters, Rabu (30/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Google, model ini tengah disiapkan untuk mitra keamanan siber pilihan dan perusahaan turut berpartisipasi dalam proses sukarela yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait akses model sebelum dirilis ke publik.

Namun, Google belum memberi kepastian tenggat waktu mengenai peluncuran resminya ke publik.

Merujuk keterangan resmi perusahaan, Argon berhasil mengungguli Astra dan Opus pada beberapa uji performa. Kendati begitu, model AI terbaru Google ini masih tertinggal dalam sejumlah metrik lain, termasuk dua dari empat indikator pengujian pemrograman yang mereka rilis.

Juru bicara perusahaan juga menyatakan bahwa Google tidak berencana merilis Gemini 3.5 Pro, yang sebelumnya sempat disampaikan oleh CEO Sundai Pichai.

Selama rentang waktu penundaan tersebut, Google merombak laboratorium AI miliknya, DeepMind. Pendiri sekaligus CEO-nya, Demis Hassabis, mengundurkan diri dari jabatannya, sementara beberapa petinggi proyek model Gemini juga memutuskan hengkang dari perusahaan.

Penundaan peluncuran model AI yang memakan waktu berbulan-bulan ini membuat Google tertinggal dari Anthropic dan OpenAI, yang terus mendobrak batasan riset dengan merilis pembaharuan pada model-model unggulan mereka.

Pada bulan Juli lalu, Pichai sempat menepis anggapan bahwa Google mulai kehilangan pijakan dalam persaingan AI. Kendati demikian, dalam beberapa bulan terakhir, narasi Google bergeser dari yang tadinya mengagung-agungkan kemampuan mutakhir Gemini menjadi lebih menyoroti keunggulan efisiensi biaya ketimbang model-model milik kompetitor.

(dmi)
placeholder