XLSmart Perluas 5G dan Konektivitas Digital bagi Masyarakat Indonesia

XLSmart | CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 16:46 WIB
BNR PRODUKSI - XL SMART - PCK 12099
Ilustrasi. (Foto: Arsip XLSmart)
Jakarta, CNN Indonesia --

XLSmart memperluas jaringan 5G ke 101 kota hingga akhir 2026 dengan memanfaatkan tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk meningkatkan cakupan, kapasitas, dan kualitas konektivitas.

Penguatan jaringan ini menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur digital berkualitas, berkelanjutan, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat fondasi konektivitas XLSmart untuk mendukung pengembangan layanan berbasis AI, cloud, dan transformasi digital.

XLSmart sebelumnya menargetkan layanan 5G hadir di 88 kota pada tahun ini. Setelah mendapatkan tambahan spektrum, perusahaan memperluas target menjadi 101 kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart, Shurish Subbramaniam, mengatakan perusahaan bergerak cepat setelah mendapatkan izin menggunakan spektrum baru. Perluasan jaringan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas konektivitas di lebih banyak wilayah.

"Rencana kita di awalnya 88 kota. Kita masih berkomitmen atas hal itu, dan barusan ini kita setuju untuk melakukan ekspansi di 101 kota," ujarnya seperti dikutip dari detikcom, Jumat (4/9).

Sebagai informasi, dalam lelang frekuensi yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), XLSmart memperoleh blok 30 MHz atau 2x15 MHz pada pita 700 MHz dengan nilai penawaran Rp1,0602 triliun. Perusahaan juga mendapatkan 50 MHz pada pita 2,6 GHz dengan nilai penawaran Rp231,6 miliar.

Kedua pita frekuensi tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam pengembangan jaringan. Spektrum 700 MHz memiliki karakteristik propagasi yang mendukung perluasan cakupan, sedangkan pita 2,6 GHz dapat digunakan untuk memperkuat kapasitas jaringan di wilayah dengan kebutuhan trafik tinggi.

Group Head Corporate Communications XLSmart, Reza Mirza, mengatakan tambahan spektrum akan digunakan untuk memperluas cakupan sekaligus memperkuat kapasitas jaringan 4G dan 5G. Langkah itu diharapkan memperluas jangkauan masyarakat yang mendapatkan layanan konektivitas berkualitas.

"Tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung perluasan cakupan (coverage) dan juga memperkuat kapasitas jaringan (baik 4G & 5G)," kata dia.

Hingga semester I 2026, XLSmart telah menggelar layanan 5G di lebih dari 50 kota dengan sekitar 15 ribu BTS 5G. Cakupan tersebut mencapai sekitar 23 persen populasi nasional, dan perusahaan masih melanjutkan ekspansi untuk mencapai target 101 kota.

Penggunaan spektrum baru juga mulai dilakukan pada Agustus 2026. XLSmart menyatakan tambahan 700 MHz dan 2,6 GHz digunakan untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kualitas layanan 5G.

Perluasan jaringan menjadi bagian dari kebutuhan infrastruktur digital yang semakin berkembang seiring penggunaan komputasi awan dan kecerdasan artifisial (AI). Konektivitas berkapasitas besar dan berlatensi rendah dibutuhkan agar pertukaran data antara perangkat, jaringan, pusat data, dan layanan cloud dapat berlangsung secara lebih optimal.

Kebutuhan tersebut juga terlihat dari langkah XLSmart dalam mengembangkan infrastruktur cloud. Bersama Tencent Cloud, perusahaan menyelesaikan migrasi cloud berskala besar.

Dalam proyek tersebut, AI digunakan pada berbagai tahapan migrasi untuk membantu mempercepat proses. Langkah itu menunjukkan bahwa pengembangan cloud tidak hanya berkaitan dengan pemindahan sistem, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur digital yang mendukung pengembangan layanan berbasis data dan AI.

Fondasi tersebut kemudian dikembangkan XLSmart melalui Esta Ecosystem yang diperkenalkan untuk pelanggan korporasi. Ekosistem tersebut mengintegrasikan konektivitas 5G dengan layanan AI, data platform, cloud, keamanan siber, Industrial Internet of Things (IIoT), serta layanan terkelola.

Direktur dan Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, mengatakan transformasi digital membutuhkan fondasi konektivitas dan kemampuan mengelola data. Pemanfaatan AI dan automasi juga diarahkan untuk menghasilkan dampak terhadap kebutuhan bisnis.

"Transformasi digital yang berhasil membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Perusahaan membutuhkan fondasi konektivitas yang kuat, kemampuan mengelola data secara efektif, serta pemanfaatan AI dan automasi yang mampu menghasilkan dampak bisnis yang nyata," tuturnya.

Chief Product Partnership & Business Development XLSmart, Tony Wijaya, mengatakan perusahaan mengembangkan ekosistem digital yang tidak berhenti pada layanan konektivitas. Kebutuhan tersebut mencakup konektivitas 5G hingga platform enterprise yang terintegrasi.

"Kami tidak berhenti di konektivitas. Melalui ekosistem Esta, XLSmart for Business hadir di setiap lapisan kebutuhan digital perusahaan, dari konektivitas 5G, analitik visual, automasi layanan, hingga platform enterprise terintegrasi," tegas dia.

Pengembangan jaringan dan layanan digital tersebut berjalan seiring dengan peningkatan investasi infrastruktur XLSmart. Perusahaan menaikkan belanja modal pada 2026 untuk mendukung pengembangan jaringan dan infrastruktur digital.

Dari sisi pemerintah, Komdigi menempatkan konektivitas sebagai salah satu prasyarat utama dalam pengembangan ekosistem digital. Infrastruktur AI juga membutuhkan dukungan pusat data, energi, chip, komputasi, jaringan, dan talenta.

Dengan demikian, tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi bagian dari rangkaian pembangunan infrastruktur yang lebih luas. Bagi XLSmart, spektrum baru digunakan untuk memperluas 5G, sementara jaringan tersebut menjadi fondasi konektivitas bagi pengembangan cloud, AI, dan berbagai layanan digital korporasi.

(rir)