OpenAI Luncurkan Dots, Asisten AI Berwujud Kartun yang 'Always On'

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 14:29 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

OpenAI meluncurkan dots, sebuah asisten kecerdasan buatan (AI) pribadi yang selalu aktif selama 24 jam untuk membantu menyelesaikan berbagai tugas. Asisten berwujud karakter kartun ini diklaim dapat menyelesaikan sejumlah tugas, mulai dari reservasi restoran hingga merancang situs web.

OpenAI menyampaikan bahwa dots dirancang untuk menangani segala hal, yang memungkinkan setiap agen pribadi mampu bekerja mandiri tanpa henti selama 24 jam.

"Keunggulan utama dots terletak pada kemampuannya menyajikan hasil kerja yang sesuai dengan gaya Anda, bahkan terkadang sebelum Anda sempat memikirkannya," kata perusahaan dalam pernyataan resminya, melansir Al Jazeera, Selasa (29/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bersama dots, berbagi ide dan proyek ambisius yang sebelumnya belum sempat atau belum bisa Anda jalankan kini terasa sangat mungkin untuk diwujudkan," lanjut perusahaan.

Dots ditenagai oleh model AI terbaru mereka, GPT-6 Astra. Asisten pribadi ini dapat terhubung ke lebih dari 4.000 aplikasi, termasuk tools pekerjaan seperti Slack dan Teams, sehingga dapat menjalankan tugas atas nama pengguna.

OpenAI menambahkan bahwa dots dilengkapi dengan sistem keamanan dan privasi ekstra di luar perlindungan standar pada model AI mereka, salah satunya fitur mode 'read-only' yang mencegah agen AI mengendalikan peramban atau komputer saat pengguna tidak sedang berada di tempat.

Peluncuran ini menyusul langkah Meta yang belum lama ini merilis asisten AI Muse, serta Google yang memperkenalkan Gemini Spark pada Mei lalu.

Di sisi lain, dots meluncur di tengah maraknya perdebatan mengenai cara mengoptimalkan manfaat AI tanpa memicu risiko besar bagi umat manusia.

OpenAI menjadi satu dari enam raksasa teknologi yang menandatangani kesepakatan standar AI yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pemimpin AS itu menolak desakan regulasi ketat dari pemerintah untuk mengatur teknologi mutakhir ini.

Di bawah kesepakatan itu, para pimpinan OpenAI, Anthropic, Google, Meta, xAI, dan Nvidia berkomitmen untuk menerapkan kontrol internal yang ketat pada model AI mereka serta bekerja sama dengan auditor eksternal untuk memastikan mekanisme perlindungan berjalan sebagaimana mestinya.

(dmi)