Wakil Menteri Komunikasi Digital (Komdigi) Angga Raka Prabowo menyatakan jangkauan konektivitas digital di Indonesia saat ini telah menembus angka di atas 90 persen. Dengan capaian tersebut, pemerintah kini mengalihkan fokus pada peningkatan kualitas jaringan, termasuk akselerasi teknologi 5G di Tanah Air.
Hal tersebut disampaikan Angga usai menghadiri puncak peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Angga, infrastruktur digital tidak lagi hanya soal ketersediaan sinyal, melainkan kualitas layanan. Untuk mencapainya, Kementerian Komdigi baru-baru ini telah merilis pita frekuensi 700 MHz dan 2600 MHz untuk dioptimalkan oleh para operator seluler.
"Frekuensi 700 sangat penting untuk coverage area teknologi 4G demi menutup semua daerah blank spot kita. Sedangkan 2600 untuk lompatan kualitas 5G," jelas Angga kepada wartawan.
Ia mengakui bahwa sebaran 5G di Indonesia belum terlalu luas. Namun, dengan tergelarnya frekuensi 2600 MHz, ia optimistis akan ada perubahan masif dalam waktu dekat.
"Harapannya tiga tahun ke depan perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin pesat dan semakin baik. Terutama (dalam memberikan) kualitas layanan kepada publik dengan harga yang terjangkau tentunya," tambahnya.
Upaya perluasan jaringan ini sejalan dengan visi transformasi digital yang diusung oleh Kementerian Komdigi, yakni Terkoneksi, Tumbuh, dan Terjaga.
"Hari ini bukan hanya sekadar perayaan, tapi ini adalah semangat kita ke depan. Bagaimana menghadirkan infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi digital yang lebih baik buat masyarakat kita lewat sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat," tutup Angga.

