Muncul Daratan Baru 32,8 Hektare usai Gunung Anak Krakatau Erupsi

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 07:34 WIB
Daratan baru di Gunung Anak Krakatau
PVMBG mengungkap dua daratan baru di sekitar Gunung Anak Krakatau pasca-erupsi. (Foto: Arsip Istimewa via Detikcom)
Bandung, CNN Indonesia --

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memberikan penjelasan soal dua daratan baru menyerupai pulau kecil di sekitar perairan gunung Anak Krakatau yang muncul pasca erupsi gunung tersebut.

Luasan daratan yang muncul tersebut diketahui mencapai lebih 30 hektare.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Rita Susilawati, menyampaikan bahwa perluasan daratan ini terdeteksi melalui evaluasi citra satelit Sentinel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau terjadi di sektor barat laut, barat, hingga barat daya. Ini merupakan akibat dari pengendapan material piroklastik dan aliran lava hasil erupsi menerus, dengan total penambahan luasan mencapai 32,8 hektare," jelas Rita dalam keterangan resminya yang diterima pada Kamis (24/9).

Selain perluasan pada tubuh utama gunung, citra satelit juga menangkap fenomena kemunculan gumuk pulau kecil di sebelah barat laut dan tenggara Anak Krakatau. Munculnya kedua daratan baru ini diduga kuat berkaitan erat dengan erupsi menerus yang berlangsung selama kurang lebih 25 jam.

Rita memaparkan, interpretasi sementara PVMBG menunjukkan bahwa magma encer yang keluar saat letusan mencapai permukaan melalui jalur bukaan atau rekahan yang memanjang dari barat laut ke tenggara. Material erupsi yang menyembur dari jalur tersebut akhirnya menumpuk dan membentuk daratan baru di lokasi terpisah.

"Sekali lagi, ini masih merupakan interpretasi awal yang perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi, serta segera melakukan verifikasi langsung ke lapangan," tegas Rita.

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada level Waspada.

Terkait mitigasi risiko, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas agar masyarakat, nelayan, maupun wisatawan tidak beraktivitas di dalam wilayah bahaya, yakni pada radius 2 kilometer dari pusat erupsi.

"Untuk keselamatan ekstra, masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 kilometer dari lokasi kedua gumuk pulau baru yang terlihat di dekat Gunung Anak Krakatau," katanya.

(csr/lom)
placeholder