TIPS TEKNOLOGI

Cara Membersihkan Smartphone Saat Terpapar Abu Vulkanik

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 15:15 WIB
ilustrasi anak pakai hp
Ilustrasi. Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat merusak smartphone. (Foto: istockphoto/FreshSplash)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Abu vulkanik yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau berisiko membahayakan, termasuk pada perangkat seperti smartphone.

Abu vulkanik merupakan partikel berukuran sangat kecil yang berbeda dengan debu biasa. Abu vulkanik memiliki struktur tajam yang dapat menggores dan mengikis permukaan benda.

MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan mengingatkan pengguna smartphone untuk melakukan pembersihan perangkat secara berkala setelah beraktivitas harian di luar ruang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut, katanya, tetap perlu dilakukan meski beberapa perangkat kini telah dilengkapi oleh sertifikasi ketahanan IP68.

"Misalnya, kembali beraktivitas dari luar dengan ada debu yang mungkin masih banyak gitu ya, sebaiknya kita bersihkan secara berkala gitu, sehingga device kita tetap bisa prima pada penggunaan harian," ungkap Ilham kepada CNNIndonesia.com di Jakarta, Senin (7/9).

Menurut penjelasan Ilham, pengguna dapat menggunakan cairan sanitizer atau pembersih sejenis lainnya untuk membersihkan perangkat smartphone.

"Pastikan kalau misalnya kita sudah menggunakan device dari luar, sebaiknya kita bersihkan saat sampai di tempat yang aman gitu, misalnya di rumah," kata Ilham.

Cara membersihkan smartphone terpapar abu vulkanik

Dikutip dari dari Survey Geologi Amerika Serikat (USGS), prinsip perlindungan terhadap smartphone serupa dengan perangkat elektronik lainnya yang memiliki celah, port, ventilasi atau komponen listrik yang dapat terpapar abu. Berikut cara membersihkannya.

Lindungi perangkat dengan lembaran plastik

Perangkat yang tidak digunakan dapat ditutup dengan lembaran plastik untuk mencegah abu masuk. USGS juga menyarankan untuk menyediakan plastik pelindung dan duct tape sebagai bagian dari persiapan menghadapi hujan abu.

Khusus smartphone yang tidak digunakan, sebaiknya disimpan di tempat tertutup daripada membiarkannya berada di meja maupun luar ruangan saat abu masih berjatuhan.

Pastikan perangkat dalam keadaan nonaktif sebelum dibersihkan

Jika abu vulkanik sudah menempel pada smartphone, pengguna disarankan untuk mematikannya sebelum proses pembersihan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko hubungan arus pendek.

Hindari membersihkan perangkat saat abu masih turun

USGS mengimbau pengguna agar tidak terburu-buru saat membersihkan perangkat. Membersihkan perangkat terlalu dini dapat berisiko terpapar abu kembali.

Sebaiknya, tunggu sampai hujan abu berhenti, kecuali tindakan segera diperlukan untuk mencegah perangkat penting kehilangan fungsi.

Selanjutnya, bersihkan perangkat dengan hati-hati menggunakan udara bertekanan rendah atau sikat lembut. Hindari menggosok secara berlebihan karena partikel abu dapat menggores permukaan yang sensitif.

Khusus untuk perangkat komputer, bagian ventilasi serta kipas menjadi perhatian khusus karena abu yang menumpuk dapat menghambat sistem pendinginan. Jika perangkat masih digunakan dalam kondisi berabu, maka risiko overheating perlu diperhatikan.

Sejatinya, perangkat elektronik modern telah terlindungi dari kontaminan yang terbawa udara. Oleh sebab itu, paparan abu dalam waktu singkat tidak langsung menyebabkan kerusakan.

Meski demikian, abu yang masuk ke bagian sensitif tetap dapat mengganggu fungsi perangkat.

UGSGS mengingatkan bahwa abu yang basah dapat menyebabkan hubungan arus pendek (short circuit) pada kontak listrik yang terbuka. Abu yang telah terkena air bahkan dapat menjadi penghantar listrik.

Cara paling efektif untuk mengurangi risiko ini adalah mencegah perangkat terpapar abu sejak awal. Jika memungkinkan, perangkat elektronik yang berada di luar sebaiknya dipindahkan ke dalam ruangan sebelum hujan abu terjadi

(nad/lom)
placeholder