Dapat Spektrum Baru, XLSmart Perluas Target 5G ke 101 Kota

CNN Indonesia
Sabtu, 05 Sep 2026 11:40 WIB
XLSmart targetkan perluas jaringan 5G ke lebih dari 101 kota/kabupaten Indonesia di 2026
XLSmart targetkan perluas jaringan 5G ke dari 101 kota/kabupaten Indonesia di 2026 usai implementasi frekuensi 2,6 GHz pada Agustus. (Foto: Loamy Noprizal)
Surabaya, CNN Indonesia --

XLSmart mempercepat perluasan jaringan 5G usai spektrum frekuensi 2,6 GHz yang baru diperoleh dari lelang resmi diimplementasikan pada awal Agustus lalu.

Perusahaan kini menargetkan layanan 5G tersedia di 101 kota/kabupaten hingga akhir 2026, naik dari target sebelumnya sebanyak 88 kota/kabupaten.

Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam mengatakan target tersebut baru saja diperluas setelah perusahaan mulai mengaktifkan spektrum baru pada jaringannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita agree to expand 101 kota. Kota-kota baru, Lombok, Malang akan turn on sebelum akhir tahun ini. Ini akan lanjut terus ke tahun depan," kata Shurish dalam Media Gathering XLSmart di Surabaya, Jumat (4/9).

Menurut Shurish, XLSmart mendapat izin untuk mengaktifkan spektrum baru pada 5 Agustus.

Dalam waktu sekitar tiga pekan, perusahaan kemudian mengaktifkan spektrum 2,6 GHz pada seluruh site 5G-nya.

"Dalam waktu tiga minggu semuanya sudah on. Itu first to on. Semua 5G site 2,6 GHz jaringannya sudah on," ujarnya.

Tiga operator seluler memenangkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz pada lelang frekuensi beberapa waktu lalu. XLSmart mendapatkan 30 MHz (2x15 MHz) pada frekuensi 700 MHz dan 50 MHz pada pita frekuensi 2,6 GHz.

Kedua spektrum ini disebut memiliki fungsi berbeda dalam pengembangan jaringan.

Spektrum 700 MHz digunakan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan penetrasi sinyal, sedangkan spektrum 2,6 GHz menyediakan kapasitas lebih besar untuk wilayah dengan konsumsi dan kepadatan trafik tinggi.

Implementasi keduanya dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pelanggan, pertumbuhan trafik, kesiapan infrastruktur, serta karakteristik masing-masing wilayah.

Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys mengatakan perusahaan tidak ingin pengembangan 5G hanya berfokus pada titik-titik tertentu.

Menurutnya, ketika sebuah kota dinyatakan sudah memiliki layanan 5G, perusahaan menargetkan cakupan yang lebih menyeluruh.

"Kita enggak sekadar ceplok-ceplok 5G hanya untuk sekadar menyatakan saya sudah 5G. Tapi betul-betul 5G dan 4G berada pada titik yang sama," kata Merza.

Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSmart telah hadir di lebih dari 50 kota.

Jaringan tersebut didukung sekitar 15 ribu BTS 5G dengan cakupan populasi nasional mencapai sekitar 23 persen.

Merza mengatakan target awal 88 kota/kabupaten pada akhir tahun diperkirakan dapat menjangkau lebih dari 50 persen populasi.

Dengan target baru 101 kota/kabupaten, perluasan jaringan akan berlanjut ke sejumlah wilayah tambahan, termasuk Lombok dan Malang.

Untuk mendukung ekspansi jaringan tersebut, XLSmart juga menaikkan panduan kapitalisasi capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.

Investasi itu digunakan untuk mendukung pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, perluasan 5G, hingga pemanfaatan spektrum baru.

XLSmart menyebut pembangunan jaringan tidak hanya diarahkan ke wilayah dengan pertumbuhan trafik tinggi, tetapi juga daerah yang masih membutuhkan peningkatan kualitas konektivitas.

(lom)
placeholder