TIPS TEKNOLOGI

Cara Memulihkan Akun WhatsApp yang Diretas

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 18:00 WIB
ilustrasi whatsapp
Ilustrasi. Akun WhatsApp berpotensi diretas jika pengguna lengah dan terjebak modus rekayasa sosial hingga situs phishing. (Foto: CNN Indonesia/ Arif Hulwan Muzayyin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi pesan instan WhatsApp dibekali sederet fitur keamanan, tetapi masih berpotensi diretas dan diambil alih oleh penjahat siber jika pengguna lengah. Simak cara memulihkan akun WhatsApp yang diretas.

Pengguna dapat memulihkan akun yang diretas dengan login kembali dan memasukkan kode OTP 6 digit.

Dengan cara ini, semua perangkat yang terhubung ke akun pengguna tersebut akan logout secara otomatis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari situs resmi WhatsApp, mendaftarkan ulang akun adalah satu-satunya cara mengatasi akun yang diambil alih. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Ketuk Login kembali > Lanjut.
  2. Jika diminta, masukkan nomor telepon internasional lengkap lalu ketuk Berikutnya > Oke.
  3. Masukkan kode 6 digit yang Anda terima melalui SMS atau telepon.

Pengguna disarankan memberi tahu teman dan keluarga jika mencurigai akun WhatsApp telah diretas atau digunakan orang lain, karena orang tersebut bisa saja menyamar di obrolan individual dan grup.

Pada kasus yang sering terjadi, peretas akan mengirimkan iklan judi online, tautan phishing, malware, dan penipuan lainnya ke daftar kontak pengguna.

Setelah mendaftarkan ulang akun, pengguna disarankan mengaktifkan fitur keamanan untuk melindungi akun. Pengguna juga disarankan untuk meninjau perangkat yang tertaut ke akun tersebut.

Pengguna juga bisa melapor ke Meta terkait akun yang diretas. Namun, jangan melaporkan akun yang diretas jika pengguna masih ingin memulihkannya.

Pasalnya, WhatsApp dapat menindak laporan dengan memblokir akun tersebut karena melanggar ketentuan layanan. Akibatnya, akun atau data tidak dapat diakses selamanya.

Oleh karena itu, pengguna sangat disarankan untuk mencoba memulihkan akun sebelum melaporkannya.

WhatsApp mengeklaim sistemnya terenkripsi secara end-to-end. Ini berarti pesan akan disimpan di perangkat pengguna, sehingga orang yang mendaftarkan ulang akun WhatsApp di perangkat baru tidak bisa membaca percakapan pengguna sebelumnya.

Jika pengguna sudah membuat cadangan di akun Google atau iCloud, riwayat obrolan mungkin bisa dipulihkan ketika login kembali.

Jika pengguna memutuskan untuk menggunakan kartu SIM baru, tetapi masih ingin menggunakan akun WhatsApp yang terhubung dengan nomor telepon lama, pengguna perlu menggunakan fitur ganti nomor untuk memindahkan informasi akun WhatsApp ke nomor telepon yang baru.

(fta/lom)
placeholder