Gempa NTT Dipicu Sesar Flores, Bahaya dan Punya Rekam Jejak Merusak
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gempa susulan disebabkan Sesar Naik Flores masih akan berlangsung dalam dua hingga tiga pekan ke depan sebelum mereda secara alami.
BMKG mencatat 235 gempa susulan hingga Sabtu (15/8) pukul 14.00 WIB setelah gempa utama M7,7 mengguncang utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pagi hari.
Gempa-gempa susulan tersebut terdistribusi di sebelah utara Pulau Flores dengan magnitudo berkisar M2,5 hingga M6,2.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BMKG mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara 2 hingga 3 minggu, sebagaimana pola rekaman gempa bumi merusak di Maluku Utara sebelumnya," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya, Sabtu (15/8).
Grafik pemantauan BMKG menunjukkan tren gempa susulan saat ini belum mereda.
Lihat Juga : |
Sesar punya daya rusak
Berdasarkan histori dan karakteristik wilayah tersebut, proses stabilisasi sesar membutuhkan waktu tertentu sebelum aktivitas seismik kembali normal.
Gempa utama M 7,7 yang berpusat di kedalaman 15 kilometer merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust.
Sesar tersebut memiliki rekam jejak gempa merusak yang panjang. Salah satunya adalah gempa M7,8 pada kedalaman 28 kilometer yang mengguncang wilayah tersebut pada 1992.
Gempa kali ini memiliki pusat yang lebih dangkal, yakni 15 kilometer, sehingga menimbulkan dampak kerusakan fisik yang relatif berat pada bangunan dan infrastruktur.
Gempa tersebut juga memicu tsunami yang terobservasi hingga pesisir Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Jaringan pemantauan muka air laut atau tide gauge mencatat tsunami tiba di Reo Manggarai dan Manggarai Timur dengan ketinggian puncak hingga 1,61 meter.
Di Maurole, Ende, gelombang tercatat setinggi 0,94 meter. Sementara di Bulukumba dan Sape, Bima, ketinggiannya melampaui 0,5 meter.
BMKG mengakhiri seluruh peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan menunjukkan kondisi muka laut kembali aman.
(tim/mik)
