Gerhana Matahari Total Buat Langit Spanyol Gelap Gulita

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 07:10 WIB
Bulan sepenuhnya menutupi matahari selama gerhana matahari total, seperti yang terlihat dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Arcos de las Salinas, dekat Teruel, Spanyol, pada 12 Agustus 2026. REUTERS/Christian Hartmann
Pemandangan dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Arcos de las Salinas, Teruel, Spanyol menunjukkan Bulan sepenuhnya menutupi Matahari selama gerhana Matahari total. (Foto: REUTERS/Christian Hartmann)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gerhana Matahari total (GMT) menyapu wilayah utara Spanyol pada Rabu (12/8) waktu setempat, membuat langit gelap sesaat dan memukau jutaan orang yang berkumpul untuk menyaksikan fenomena langka tersebut.

Di Buitrago de Lozoya, kawasan pedesaan di utara Madrid, penonton bertepuk tangan dan bersorak ketika cahaya Matahari meredup sesaat setelah pukul 20.30 waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena Baily's beads atau titik-titik cahaya Matahari yang muncul di tepian Bulan juga terlihat berkilauan di cakrawala sebelum fase totalitas. Fase totalitas di lokasi tersebut berlangsung kurang dari satu menit.

"Menakjubkan melihat bagaimana warna kembali sedikit demi sedikit setelah totalitas, pertama merah lalu biru, seperti saat fajar dan Matahari terbenam. Benar-benar menipu otak," kata ekonom Diego Fernandez (32), dikutip dari Reuters, Kamis (13/8).

Senada, warga Madrid Rafael Jiménez (50) menyebut suasana yang terjadi saat gerhana seperti dalam film fiksi ilmiah.

"Situasinya tidak masuk akal. Kami bahkan basah kuyup ketika penyiram taman tiba-tiba menyala. Lalu, begitu saja, kami kembali menyaksikan Matahari terbenam," ujarnya.

Gerhana di Spanyol terjadi sesaat setelah fenomena serupa melintasi Islandia.

Namun, tutupan awan membuat gerhana di sebagian besar Islandia tidak terlihat jelas. Celah awan di bagian paling barat negara itu masih memberi kesempatan bagi sebagian wisatawan dan warga untuk melihat totalitas.

Di Reykjavik, gerhana tertutup awan, tetapi kondisi gelap saat totalitas tetap terasa.

"Rasanya seperti satu hari penuh terjadi sekaligus dan saya merinding karena itu membuat kami berpikir tentang singkatnya hidup, bagaimana waktu bisa terasa berbeda tergantung perspektif," kata pengacara Eduarda Ortiz (33) di ibu kota Islandia tersebut.

Jutaan orang berkumpul di Islandia dan Spanyol utara untuk menyaksikan gerhana Matahari total pertama di Eropa Barat dalam 27 tahun.

Mantan gitaris Queen Brian May turut ikut menyaksikan fenomena tersebut dari sebuah observatorium di Provinsi Teruel, Spanyol.

"Ini dia, Matahari menghilang. Luar biasa," katanya ketika gerhana mencapai puncaknya.

Pemerintah Spanyol memperkirakan hingga 6 juta pengunjung datang ke wilayah pedesaan di jalur totalitas, termasuk kawasan utara Spanyol dan Kepulauan Balearic.

Merespons kondisi ini, otoritas Spanyol mengerahkan sekitar 25 ribu polisi untuk mengamankan lokasi pengamatan.

Hampir 100 pesawat dan helikopter juga disiagakan karena gerhana berlangsung di tengah periode risiko kebakaran hutan yang tinggi.

Pada Rabu (12/8), petugas masih menangani sejumlah kebakaran, termasuk kebakaran besar di Andalusia. Sebuah kebakaran kecil juga terjadi dekat lokasi pengamatan gerhana di Peñíscola, Valencia.

Islandia kebanjiran wisatawan

Islandia yang berpenduduk sekitar 400 ribu jiwa menerima hingga 80 ribu wisatawan yang datang untuk menyaksikan gerhana.

Kacamata khusus gerhana bahkan dilaporkan telah habis terjual selama beberapa hari sebelum fenomena berlangsung.

Fase totalitas mencapai pesisir paling barat Islandia sekitar pukul 17.44 waktu setempat dan membuat wilayah tersebut gelap hingga sekitar 2 menit 13 detik.

Gerhana juga menarik para eclipse chasers, penggemar gerhana yang bepergian ke berbagai negara untuk mengikuti jalur totalitas.

Semenanjung Iberia diketahui terakhir kali mengalami gerhana Matahari total pada 1912.

Wilayah tersebut akan kembali mengalami gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027 dan gerhana Matahari cincin pada Januari 2028. Rangkaian fenomena ini beserta gerhana Matahari 12 Agustus dikenal sebagai "Iberian Eclipse Trio".

(lom)


[Gambas:Video CNN]