Ngeri, Kelompok Hacker Korut Kembangkan AI Buat Tebar Malware

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 11:40 WIB
Kelompok hacker Kimsuky dari Korea Utara mengembangkan AI untuk otomatisasi serangan siber dan analisis data curian.
Ilustrasi. Kelompok hacker Kimsuky dari Korea Utara mengembangkan AI untuk otomatisasi serangan siber dan analisis data curian. (Foto: iStock/M-A-U)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok peretas (hacker) asal Korea Utara dilaporkan mengembangkan model kecerdasan buatan berbasis model bahasa besar (LLM) serta mengumpulkan seperangkat software yang dapat membantu mengotomatisasi serangan siber, menganalisis data hasil curian dan melancarkan serangan phishing.

Hal tersebut disampaikan oleh perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan, Genians, yang menyatakan telah menemukan bukti bahwa kelompok hacker Kimsuky sudah menyiapkan berbagai sarana untuk menjalankan dan mengelola model AI secara lokal. Beberapa model itu di antaranya adalah Ollama, GPT4All, dan Msty, serta teknologi pencarian dokumen yang dikenal sebagai Retrieval-Augmented Generation (RAG).

Menurut Genians, peranti-peranti ini memungkinkan para peretas untuk memproses berbagai dokumen tanpa perlu mengirimkan informasi sensitif ke layanan AI pihak luar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Genians juga menemukan kerangka kerja pengembangan agen AI, software pengubah suara ke teks (speech-to-text), serta Cursor-peranti pemrogram berorientasi AI- pada infrastruktur yang terhubung dengan serangan tersebut.

Melansir Reuters, temuan ini mengindikasikan bahwa Kimsuky tidak hanya memanfaatkan AI generatif untuk membuat umpan phishing, melainkan mulai membangun kapasitas untuk mengintegrasikan model-model AI yang ada ke dalam pengembangan malware, analisis data, hingga otomatisasi serangan.

Genians juga menemukan dokumen umpan bertema keuangan dan mata uang kripto yang diduga dibuat menggunakan AI. Materi-materi ini dirancang agar menyerupai laporan investasi resmi maupun dokumen kerja lainnya.

Kendati begitu, temuan dari perusahaan tersebut belum diverifikasi secara independen.

Menurut otoritas Amerika Serikat dan Korsel, serta para pakar keamanan siber, Korut selama bertahun-tahun telah memanfaatkan unit-unit siber milik negara untuk kegiatan mata-mata, pencurian, hingga pengumpulan dana.

Pada tahun 2023, Departemen Keuangan AS mengenakan sanksi terhadap Kimsuky dan memvonisnya sebagai kelompok peretas-intelijen yang dikendalikan oleh pemerintah Korut untuk mengumpulkan informasi demi mendukung tujuan strategis Pyongyang.

(dmi)


[Gambas:Video CNN]