Cara Update Versi Android Tanpa Kehilangan Data
Pembaruan sistem Android penting untuk memperbaiki celah keamanan, mengatasi bug, serta menghadirkan fitur dan dukungan teknologi terbaru.
Namun, proses pembaruan juga dapat menimbulkan masalah, mulai dari aplikasi yang tidak lagi berfungsi, gangguan setelah instalasi, hingga hilangnya data dalam kasus tertentu.
Oleh karena itu, pengguna sebaiknya melakukan sejumlah persiapan sebelum memasang versi Android terbaru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Kaspersky dan laman dukungan Google, berikut cara memperbarui Android dengan lebih aman tanpa kehilangan data.
1. Cadangkan data terlebih dahulu
Langkah terpenting sebelum memperbarui Android adalah membuat cadangan data.
Android tidak mencadangkan seluruh isi ponsel secara otomatis. Pengguna perlu memastikan foto, dokumen, kontak, kalender, dan data penting lainnya telah tersimpan.
Foto dan dokumen dapat diunggah ke Google Drive, sedangkan kontak, kalender, dan sejumlah data lain dapat dicadangkan melalui akun Google.
Beberapa aplikasi juga memiliki fitur pencadangan tersendiri. WhatsApp, misalnya, menyediakan pilihan untuk mencadangkan riwayat percakapan.
Aktifkan pencadangan pada setiap aplikasi yang menyediakan fitur tersebut agar data penting tersimpan secara berkala.
Pengguna yang tidak ingin memakai layanan komputasi awan pihak ketiga dapat mencadangkan di penyimpanan fisik.
2. Pembaruan dari sumber resmi
Unduh pembaruan hanya melalui menu pengaturan sistem atau sumber resmi produsen ponsel.
Hindari memasang paket pembaruan yang diperoleh dari situs agregator atau laman yang tidak dikenal.
Apabila produsen mengharuskan pengguna mengunduh pembaruan melalui situs web, pastikan berkas berasal dari laman resmi perusahaan.
Pembaruan dari sumber tidak resmi berisiko mengandung perangkat lunak berbahaya atau tidak sesuai dengan model perangkat.
3. Sambungkan ponsel ke Wi-Fi
Google menyebut ukuran pembaruan dapat cukup besar dan prosesnya membutuhkan waktu.
Sebelum mulai mengunduh, sambungkan ponsel ke jaringan Wi-Fi agar pembaruan tidak menghabiskan kuota data seluler.
Kaspersky juga menyarankan pengguna menjadwalkan pengunduhan pada malam hari apabila pengaturan ponsel memungkinkan.
Dengan begitu, proses pembaruan tidak mengganggu penggunaan ponsel pada siang hari.
4. Isi daya
Pastikan daya baterai ponsel berada di tingkat yang cukup sebelum memasang pembaruan.
Google menyarankan baterai diisi sedikitnya 75 persen.
Ponsel dapat mati apabila kehabisan daya saat proses instalasi berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pembaruan sistem.
Pengguna juga dapat menghubungkan perangkat ke pengisi daya selama proses berlangsung.
Lihat Juga : |
5. Pilih waktu pemasangan yang tepat
Pembaruan Android dapat membutuhkan waktu dan membuat ponsel tidak dapat digunakan sementara.
Oleh karena itu, pilih waktu ketika perangkat dapat dibiarkan tanpa digunakan.
Pengguna dapat mengatur pembaruan berlangsung pada malam hari apabila fitur penjadwalan tersedia.
Jika notifikasi pembaruan dinonaktifkan, pengguna perlu membuat pengingat untuk memeriksanya secara manual, misalnya satu kali setiap bulan.
6. Periksa versi Android
Untuk memeriksa versi Android yang sedang digunakan, buka aplikasi Settings.
Pilih About phone atau About tablet, kemudian ketuk Android version.
Pada menu tersebut, pengguna dapat melihat nomor versi Android, pembaruan keamanan Android, pembaruan sistem Google Play, dan nomor build.
Nama serta letak menu dapat berbeda tergantung produsen perangkat.
7. Periksa pembaruan melalui pengaturan
Ponsel biasanya menampilkan notifikasi ketika pembaruan tersedia.
Pengguna dapat membuka notifikasi tersebut, kemudian menekan tombol pembaruan.
Apabila notifikasi telah dihapus atau perangkat sebelumnya tidak tersambung ke internet, pembaruan dapat diperiksa secara manual.
Buka Settings > System > Software updates.
Status pembaruan akan ditampilkan pada menu tersebut. Selanjutnya, ikuti petunjuk yang muncul di layar.
Sebagian besar pembaruan sistem dan patch keamanan dapat terpasang secara otomatis.
Risiko setelah pembaruan
Pembaruan resmi sekalipun tidak sepenuhnya bebas risiko.
Kaspersky menyebut bug dapat muncul setelah instalasi dan menyebabkan gangguan, seperti koneksi jaringan tidak stabil, layar berkedip, atau perangkat tidak dapat digunakan.
Aplikasi lama juga dapat berhenti bekerja apabila tidak lagi mendapat pembaruan dari pengembangnya. Dalam kasus yang jarang terjadi, data pengguna juga dapat hilang.
Oleh sebab itu, pencadangan tetap menjadi langkah utama sebelum memperbarui sistem Android.
(lom)[Gambas:Video CNN]


