Usai Robot, AS Siapkan Larangan Perangkat Data Center China
Pemerintahan Presiden Donald Trump tengah menyusun larangan impor model baru komponen pusat data asal China ke Amerika Serikat (AS).
Empat sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan aturan itu ditujukan untuk melindungi infrastruktur yang menopang perkembangan kecerdasan artifisial (AI).
Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC sedang menyiapkan aturan untuk melarang impor optical transceiver baru asal China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komponen tersebut memungkinkan data bergerak melalui kabel serat optik dengan kecepatan tinggi di dalam pusat data.
Pejabat AS berharap aturan itu dapat diterbitkan dan mulai berlaku pada tahun ini.
Larangan tersebut ditujukan untuk mencegah perusahaan China mencuri data, memasang perangkat lunak berbahaya, atau mengganggu layanan pusat data di AS.
Pusat data merupakan tempat beroperasinya cip yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI.
Menurut sumber tersebut, FCC masih dapat mengubah atau membatalkan rencana tersebut.
Pakar kebijakan AI di Beacon Global Strategies Divyansh Kaushik mengatakan transceiver dapat menimbulkan risiko keamanan.
"Ketika pembangunan pusat data semakin besar, Anda ingin memastikan rantai pasok pusat data aman sejak awal," kata Kaushik, dikutip dari Reuters, Rabu (5/8).
Saham sejumlah produsen transceiver asal AS naik setelah kabar tersebut muncul.
Saham Lumentum naik 7 persen, Coherent menguat 11 persen, sedangkan Applied Optoelectronics melonjak 18 persen.
China ancam balas
Gedung Putih dan FCC belum menanggapi permintaan komentar Reuters.
Di sisi lain, Kedutaan Besar China di Washington meminta AS mendengarkan pandangan dunia usaha dari kedua negara serta berhenti mencemarkan nama perusahaan China dan mengancam mereka dengan sanksi.
"China akan mengambil semua langkah yang diperlukan sebagai tanggapan terhadap tindakan apa pun yang menyebabkan kerugian material terhadap kepentingannya," kata kedutaan.
Larangan terhadap perangkat pusat data China diperkirakan akan berdampak pada Zhongji Innolight, salah satu penjual transceiver terbesar di dunia.
Perusahaan tersebut pada Juni dimasukkan ke daftar perusahaan yang dituding mendapat dukungan militer China oleh Departemen Pertahanan AS.
Innolight belum menanggapi permintaan komentar.
Menurut Counterpoint Research, Innolight menguasai 27 persen pasar transceiver pusat data global.
Laporan Foundation for American Innovation menyebut Coherent dan Lumentum memiliki teknologi pesaing, tetapi tidak memiliki skala yang cukup untuk menggantikan vendor China.
Innolight diketahui memperoleh sekitar 90 persen pendapatannya dari luar China.
Larangan tersebut juga berpotensi meningkatkan biaya perusahaan komputasi awan AS seperti Amazon Web Services.
Cegah kejadian seperti Huawei
Sejumlah pejabat AS disebut ingin mencegah terulangnya situasi seperti Huawei.
Peralatan telekomunikasi buatan perusahaan China tersebut telah tertanam luas dalam infrastruktur AS sehingga proses pencabutannya berjalan lambat, mahal, dan tidak tuntas.
FCC sebelumnya telah menerapkan pembatasan serupa terhadap drone, router, robot, dan inverter asal China.
Menurut tiga sumber Reuters, lembaga itu akan melarang seluruh impor model baru transceiver, kemudian memberikan pengecualian kepada banyak pemasok non-China.
Daftar pembatasan FCC atau Covered List dibentuk Kongres untuk melarang penjualan perangkat baru dari perusahaan asing yang produknya dinilai menimbulkan risiko keamanan nasional.
FCC mengumumkan larangan terhadap drone dan router pada Desember dan Maret. Pembatasan terhadap inverter dan robot menyusul pada pekan lalu.
(lom)[Gambas:Video CNN]


