DeepSeek Rilis Model AI Baru, Lebih Murah 100 Kali Lipat dari Fable 5

lom | CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 12:15 WIB
DeepSeek meluncurkan V4-Flash, model AI baru dengan biaya operasional 100 kali lebih murah dibandingkan Fable 5.
DeepSeek meluncurkan V4-Flash, model AI baru dengan biaya operasional 100 kali lebih murah dibandingkan Fable 5. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Startup kecerdasan artifisial (AI) asal China, DeepSeek, merilis model baru bernama V4-Flash yang diklaim memiliki biaya operasional jauh lebih murah dibandingkan sejumlah model populer lain. Model ini bahkan diklaim 100 kali lebih murah dibandingkan Fable 5 dari Anthropic.

Berdasarkan pengujian lembaga riset Artificial Analysis, biaya rata-rata menjalankan V4-Flash hanya sekitar 3 sen AS per pengujian.

Angka tersebut lebih dari 100 kali lebih murah dibandingkan Claude Fable 5 milik Anthropic yang membutuhkan biaya rata-rata US$3,15 per pengujian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DeepSeek resmi merilis V4-Flash pada Jumat (31/7) lalu sebagai upaya terbaru perusahaan untuk kembali mencuri perhatian lewat model AI berbiaya sangat rendah.

DeepSeek mengenakan tarif US$0,14 per satu juta token masukan dan US$0,28 per satu juta token keluaran.

Token merupakan unit data yang digunakan untuk mengukur penggunaan sistem AI.

Artificial Analysis menyebut biaya rata-rata Kimi K3 buatan Moonshot AI mencapai 86 sen AS per pengujian.

Sementara itu, GPT-5.6 Sol milik OpenAI membutuhkan biaya rata-rata US$1,86 dan Claude Fable 5 mencapai US$3,15.

Perbandingan tersebut dinilai lebih realistis daripada sekadar melihat harga per token.

Pasalnya, model dengan harga dasar murah tetap dapat menghabiskan biaya lebih besar apabila membutuhkan lebih banyak tahapan, data masukan, atau keluaran untuk menyelesaikan suatu tugas.

Meski sangat murah, kemampuan V4-Flash disebut masih tertinggal dari sejumlah model AI terdepan.

Dikutip dari Reuters, Artificial Analysis memberikan skor 50 dari 100 kepada V4-Flash dalam Intelligence Index.

Indeks tersebut menggabungkan hasil sembilan pengujian yang mencakup kemampuan pemrograman, penalaran, dan pengerjaan tugas bergaya pekerjaan kantor.

Skor V4-Flash setara dengan Gemini 3.6 Flash milik Google.

Model tersebut hanya tertinggal satu poin dari Muse Spark 1.1 buatan Meta dan GLM-5.2 milik Z.AI atau Zhipu.

Namun, Kimi K3 buatan Moonshot memperoleh skor lebih tinggi, yakni 57.

Claude Opus 5, Claude Fable 5, dan GPT-5.6 juga mencatat skor sedikitnya sembilan poin lebih tinggi dibandingkan V4-Flash.

Dengan demikian, keunggulan utama model terbaru DeepSeek tersebut terletak pada efisiensi biaya, bukan kemampuan tertinggi.

Sebelumnya, DeepSeek sempat menjadi wajah utama perkembangan AI China setelah model R1 menjadi sensasi global pada awal 2025.

Kemunculan R1 memicu penurunan saham sejumlah perusahaan teknologi dan menimbulkan pertanyaan mengenai besarnya belanja perusahaan AS untuk membangun infrastruktur AI.

Namun, DeepSeek kemudian menghadapi persaingan ketat dari berbagai perusahaan China.

Pesaing tersebut mencakup startup Moonshot, MiniMax, dan Z.AI, serta perusahaan teknologi besar seperti ByteDance dan Alibaba.

Perusahaan-perusahaan itu bersaing dengan pengembang AI asal AS untuk menarik pengguna global, terutama perusahaan yang mencari cara lebih murah untuk menerapkan AI dalam skala besar.

Lebih lanjut, DeepSeek juga tengah menyiapkan model yang lebih kuat bernama V4-Pro. Namun, perusahaan belum mengumumkan waktu peluncuran resmi model tersebut.

Di tengah peluncuran V4-Flash, Alibaba turut memperkenalkan Qwen3.8-Max, model AI terbesar dan paling mumpuni yang pernah dikembangkan perusahaan tersebut.

(lom)


[Gambas:Video CNN]