China Gelar 'UFC' Robot Pertama di Dunia, Kepala Sampai Copot

CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jul 2026 09:10 WIB
Ultimate Robot Knocout Legend (URKL), kompetisi robot fighting pertama, digelar di China.
China menggelar pertarungan robot humanoid pertama di dunia, mirip UFC. Dua robot bertarung di arena hexagon, disaksikan Donnie Yen. (Foto: Tangkapan layar YouTube URKL)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menggelar pertarungan robot humanoid pertama di dunia, yang membuat warganet heboh. Pasalnya, dua robot ini bertarung bak petarung UFC yang berada di dalam kandang (cage).

Dijuluki sebagai UFC versi robot, ajang pembuka Ultimate Robot Knock-out Legend (URKL) ini digelar di Shenzen China, yang merupakan ajang perdana di dunia. Dua robot T800 yang identik, saling tukar pukulan di dalam arena hexagon khusus di Nanshan Cultural and Sports Center.

Laga ini bahkan disaksikan langsung oleh aktor bela diri terkemuka, Donnie Yen Ji-dan. Bintang film Ip Man itu memuji 'daya ledak dan presisi gerakan' kedua robot yang menurutnya luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelumnya saya hanya bisa melihat pertarungan robot di film-film fiksi ilmiah," kata Yen, melansir South China Morning Post, Sabtu (18/7).

"Hari ini, melihat robot nyata bertarung dan berkompetisi dari jarak dekat, menyaksikan terobosan bersejarah ini secara langsung, sensasinya benar-benar jauh berbeda," lanjut dia.

Kedua robot itu masing-masing memiliki tinggi 1,73 meter dan bobot 75 kilogram. Kedua robot mewakili tim Bullfighter dan White Eagle.

Keduanya adalah dua dari 32 perserta asal lebih dari 10 negara dan kota di seluruh dunia yang berlaga dalam ajang pembuka ini.

Sebuah tendangan memutar (tornado kick) yang presisi dari robot White Eagle sempat membuat kepala lawannya terlepas. Kendati begitu, meski kehilangan modul sensor di bagian kepala, robot Bullfighter tetap mampu melawan menggunakan sistem batang tubuh utama serta algoritmanya, hingga akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan menang dengan skor 3-2.

Lebih dari 200 tim dari belasan negara dan kota mendaftar, hingga akhirnya 32 universitas dan lembaga penelitian terkemuka dari dalam maupun luar negeri, seperti Universitas Tsinghua, Universitas Stanford, Universitas Hong Kong, dan Universitas Zheijiang, berhasil lolos ke ajang perdana URKL ini.

Kompetisi URKL edisi pertama ini menerapkan format yang mencakup kualifikasi terbuka, double round-robin, dan double elimination. Seluruh rangkaian musim akan berlangsung hingga akhir tahun, dengan babak final yang rencananya digelar di Dubai pada akhir Desember atau awal Januari.

Menurut penyelenggara, hadiah utama kompetisi ini berupa sabuk juara dari emas murni seberat 10 kg dengan nilai mencapai 10 juta yuan atau setara Rp26,5 miliar.

(dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]