Jangan Sembarangan Pinjam Kabel Charger, Ada Risiko Mengancam

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 10:40 WIB
Kabel charger bisa jadi pintu masuk serangan siber.
Ilustrasi. Kabel charger yang dimodifikasi bisa jadi pintu masuk serangan siber. (Foto: iStockphoto/smolaw11)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabel charger atau pengisi daya bisa menjadi pintu masuk serangan siber. Simak modus dan cara menghindarinya.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut kabel charger bisa dimodifikasi oleh peretas dan digunakan sebagai sarana untuk menanamkan malware ke dalam HP atau laptop korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, peretas juga mampu mengakses alamat IP kabel tersebut secara remote untuk mengambil alih kendali penuh atas perangkat korban, bahkan hingga menghapus jejak serangan mereka.

"Sekilas bentuknya seperti kabel biasa, tapi di dalamnya ada kode berbahaya yang bisa mengambil alih perangkatmu secara remote dan menguras data pribadimu," tulis BSSN dalam unggahannya di Instagram, Jumat (10/7).

Modus ini mengandalkan komponen modifikasi di dalam kabel yang berukuran sangat kecil, sehingga bentuknya terlihat sama persis dengan kabel charger biasa pada umumnya.

Selain kabel, BSSN menyebut bahaya turut mengintai pada charging station publik seperti di bandara atau hotel yang menggunakan port USB langsung. Pasalnya, port tersebut rawan dimodifikasi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Meski saat ini serangan masih bersifat personal, BSSN mengatakan ancaman ini berpotensi meluas di masa depan seiring dengan semakin murahnya biaya produksi teknologi modifikasi tersebut.

Merespons ancaman siber ini, BSSN memberikan beberapa tips untuk meminimalisir bahaya, salah satunya menghindari meminjam kabel charger dari orang asing.

Jika tidak membawa kabel charger saat bepergian, BSSN menyarankan untuk membeli kabel baru.

"Selalu gunakan kepala charger milik pribadi dan hindari untuk langsung menghubungkan ke port USB yang tertanam di fasilitas umum," kata BSSN.

(lom) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]