Ternak Rekening, Pelaku Judol Imingi Rp100 Ribu ke Petani Hingga IRT
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap pelaku judi online kini memanfaatkan masyarakat menegah ke bawah untuk membuka rekening bank yang kemudian dijadikan tempat penampungan transaksi ilegal.
Menurut Meutya, modus ini dilakukan dengan menawarkan imbalan sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu, terutama kepada kelompok ekonomi rentan seperti petani hingga ibu rumah tangga (IRT).
Rekening tersebut akan dijadikan sebagai rekening penampung oleh pelaku agar mereka bisa menerima dan menyimpan dana deposit dari pemain judi online ke rekening tersebut, sebelum uangnya dipindahkan ke rekening lain agar sulit dilacak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana mudahnya kemudian membuat penampungan rekening dengan meminta kepada masyarakat yang kurang mampu dibayar Rp100.00-Rp500.000 untuk membuat rekening-rekening penampungan," kata Meutya dalam acara OJK Banking Forum 2026, Selasa (14/7), melansir CNBC.
Menurut Meutya, mereka yang diminta membuat rekening itu diduga tidak sepenuhnya memahami bahwa rekening yang dibuat akan digunakan untuk transaksi yang melanggar hukum.
Ia menilai praktik tersebut seharusnya dapat dicegah lebih dini apabila proses know your customer (KYC) di perbankan diperkuat hingga ke daerah dan gerai-gerai layanan bank.
Menurut Meutya, rekening yang dimiliki nasabah dalam jumlah banyak, tetapi memiliki saldo kecil seharusnya menjadi indikator untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Oleh karena itu, Meutya berharap langkah pemutusan akses terhadap aktivitas ilegal di ruang digital juga dibarengi dengan pemblokiran rekening-rekening yang terbukti bermasalah.
Menurut dia, langkah yang lebih ideal adalah mendeteksi rekening penampung sejak awal, sehingga tidak perlu menunggu banyak laporan dari masyarakat.
"Kalau dari awal ternak rekening bisa dihindari, bisa dikecilkan oleh tim Bapak-Ibu di seluruh penjuru Indonesia, ini yang memang sangat krusial," ujarnya.
(dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

