Kecoa Cyborg Ciptaan Ilmuwan Jepang, Bisa Menyelam 3 Jam

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 16:34 WIB
Ilmuwan Singapura dan Jepang ciptakan kecoa cyborg yang dapat bertahan di air hingga 3 jam.
Ilmuwan Singapura dan Jepang ciptakan kecoa cyborg yang dapat bertahan di air hingga 3 jam. (Foto: Arsip Nanyang Technological University)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilmuwan di Singapura dan Jepang berhasil membuat kecoa cyborg, yang dapat dikendalikan dari jarak jauh dan bertahan di dalam air hingga tiga jam dengan pakaian khusus. Serangga ini rencananya akan dikerahkan ke wilayah bencana untuk memeriksa area yang tergenang banjir.

Kecoa cyborg itu dibekali baju selam kedap air, yang memungkinkan kecoa ini bertahan hidup dan bergerak di dalam air hingga tiga jam. Kemampuan ini memperluas fungsi kecoa cyborg dan diharapkan dapat segera dikerahkan ke wilayah pascabencana.

Para peneliti menguji baju selam ini pada kecoa desis Madagaskar (Gromphadorhina portentosa) cybort. Serangga tersebut dimasukkan ke dalam akuraium dan kemudian diarahkan ke dalam pipa plastik yang menyimulasikan lingkungan terendam air serta minim oksigen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sistem generator oksigen terintegrasi dan selang silikon dirancang khusus untuk mengalirkan gas langsung ke lubang pernapasan kecoak (spirakel). Menurut studi baru yang diterbitkan pada 29 Juni di Jurnal Nature Communications, rancangan ini disesuaikan untuk penggunaan di lingkungan rendah oksigen maupun area yang terendam air.

"Pendekatan kami menggabungkan cangkang pelindung tahan air yang lentur dengan generator oksigen kimiawi yang sederhana tapi andal," kata salah satu penulis studi, Shinjiro Umezu, profesor di School of Creative Science and Engineering, Waseda University, Jepang, melansir Live Science, Jumat (10/7).

"Teknologi ini membuat serangga tetap dapat bergerak lincah secara alami sekaligus terlindungi dari lingkungan ekstrem yang biasanya tidak bisa mereka lalui," lanjut dia.

Kecoa cyborg merupakan serangga hidup yang dipasangi perangkat pengendali elektronik untuk mengarahkan pergerakannya. Para peneliti sebelumnya memanfaatkan teknologi ini dalam operasi SAR untuk menjangkau area yang sulit diakses manusia.

Sebagai contoh, kecoa-kecoa cyborg ini pernah dikerahkan pascagempa dahsyat bermagnitudo 7,7 di Myanmar pada Maret 2025.

Keunggulan kecoa cyborg dibanding robot berukuran mikro ini terletak pada sistem penggeraknya. Serangg ini memanfaatkan otot alami mereka untuk bergera, sementara robot mikro sangat bergantung pada baterai berdaya tinggi yang boros energi dan mudah kehabisan daya.

Kecoa cyborg yang dikerahkan di Myanmar itu dikembangkan di laboratorium milik Hirotaka Sato, penulis utama studi ini sekaligus profesor di School of Mechanical and Aerospace Engineering, Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Cara kerja 'baju selam' kecoa cyborg

Komponan baju selam ini terdiri dari cangkang pelindung yang fleksibel, empat selang silikon yang tersambung ke spirakel, serta tangki oksigen transparan hasil cetakan 3D.

Untuk menghasilkan oksigen di dalam tangki, peneliti menaburkan mangan dioksida ke spons berdaya serap tinggi di dalam tabung. Mereka kemudian menyuntikkan sedikit hidrogen peroksida encer, yang nantinya akan terurai secara perlahan saat bereaksi dengan mangan dioksida untuk menghasilkan oksigen.

Terakhir, tim menyegel tangki tersebut menggunakan perekat khusus sinar ultraviolet guna mencegah kebocoran.

"Tantangan teknis utamanya adalah merancang sistem yang cukup kecil, ringan, dan fleksibel agar nyaman dipakai oleh serangga, tapi tetap mampu memproduksi oksigen yang cukup untuk pergerakan bawah air dalam durasi lama," jelas Umezu.

Selang silikon tersebut menyalurkan oksigen langsung ke spirakel bagian dada (toraks), sementara spirakel bagian perut (abdomen) yang terletak lebih rendah menghirup oksigen yang tertampung di dalam baju pelindung.

"Baju selam serangga baru ini bekerja layaknya tabung oksigen yang digunakan oleh penyelam manusia," jelas Sato.

Ia menambahkan bahwa selang silikon tersebut dapat dipasang dan dilepas tanpa menimbulkan rasa sakit atau melukai serangga.

(dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]