Bukan Cuma Chatbot, Anthropic Kini Rambah Bisnis Obat

CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 15:00 WIB
Anthropic meluncurkan program riset penemuan obat untuk fokus pada penyakit terabaikan, menggunakan AI untuk mempercepat inovasi di industri farmasi.
Anthropic meluncurkan program riset penemuan obat untuk fokus pada penyakit terabaikan (Foto: AFP/JOEL SAGET)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anthropic memulai program riset penemuan obat atau drug discovery internal sebagai bagian dari upaya mengembangkan perangkat kecerdasan buatan (AI) untuk industri farmasi. Langkah ini menjadikan Anthropic perusahaan teknologi terbaru yang mencoba menembus pasar kesehatan.

Kepala divisi ilmu hayati Anthropic, Eric Kauderer-Abrams, mengatakan perusahaan akan fokus mencari pengobatan untuk penyakit yang terabaikan, kategori penyakit yang tidak dianggap menarik secara komersial oleh perusahaan biofarmasi tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melakukan ini karena kami percaya, pertama dan terutama, bahwa untuk membangun model, produk, dan alat yang tepat guna mempercepat industri ini, kami perlu menjalaninya bersama kalian semua," kata Kauderer-Abrams dalam sebuah acara di San Francisco, Selasa (30/6), dikutip dari CNBC.

Ia menambahkan bahwa perusahaan meyakini pentingnya siklus umpan balik yang erat, dan tidak ada pengganti untuk pengalaman langsung mengembangkan obat selain bersama para pelaku industri.

Kauderer-Abrams tidak menjelaskan langkah lanjutan yang akan diambil Anthropic apabila menemukan kandidat obat yang menjanjikan. Perusahaan bioafarmasi konvensional umumnya menguji kandidat semacam itu melalui uji klinis.

Juru bicara Anthropic mengatakan bahwa sebagai perusahaan berstatus public benefit company, Anthropic dapat memilih program berdasarkan manfaat bagi pasien, termasuk area kerja yang diabaikan pasar komersial.

"Kami baru berada di tahap awal, dan akan membagikan perkembangan lebih lanjut seiring berjalannya program ini," ujar juru bicara tersebut.

Sejumlah raksasa teknologi sebelumnya telah mencoba masuk ke sektor kesehatan dengan hasil yang beragam. Alphabet dan Apple sama-sama pernah menggarap pasar ini melalui berbagai pendekatan, sementara Amazon membangun lini bisnis kesehatan lewat akuisisi One Medical dan PillPack yang kini bernaung di bawah divisi Amazon Health Services.

Kauderer-Abrams bersama pimpinan Anthropic lain memposisikan program ini sebagai cara untuk bekerja berdampingan dengan perusahaan farmasi yang menjadi target pasar produk baru mereka, Claude Science.

Kepala kemitraan ilmu hayati Anthropic, Jonah Cool, menyebut fokus perusahaan adalah penyakit terabaikan, seiring Anthropic membangun dan menjual perangkat AI untuk perusahaan-perusahaan life sciences.

(lom) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]