Gempa Venezuela Hingga Jepang Saling Berkaitan? Ini Kata Pakar

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 09:53 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Rentetan gempa mengguncang sejumlah negara dalam kurun waktu 12 jam terakhir, dengan kekuatan magnitudo yang cukup besar. Pakar mengungkap pemicu rentetan gempa ini.

Sejak Rabu (24/6) sore hingga Kamis (26/6) pagi, tercatat setidaknya ada tiga gempa yang terjadi di tiga wilayah di belahan dunia berbeda, yakni California Utara, Venezuela, dan Jepang.

"Peristiwa beruntun ini dipicu oleh gempa dengan mekanisme sumber yang bervariasi, mulai dari pergeseran sesar lokal (California Utara dan Venezuela) hingga aktivitas subduksi lempeng (Jepang)," kata Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) dalam keterangannya, Kamis (26/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rentetan aktivitas seismik ini dimulai di California Utara yang diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 5,6 pada Rabu (24/6) malam pukul 22.10 WIB. Pusat gempa berada di darat pada jarak 11 kilometer arah utara Redwood Valley dengan kedalaman sangat dangkal, yaitu 8.9 kilometer.

Selanjutnya, pada Kamis (25/6) pagi, giliran wilayah Amerika Selatan yang dihantam guncangan jauh lebih destruktif. Gempa dahsyat bermagnitudo 7.5 mengguncang Venezuela pada pukul 05:05 WIB. Berpusat di darat pada jarak 23 kilometer tenggara Yumare dengan kedalaman 10 kilometer, gempa ini dipicu oleh mekanisme sesar geser.

Berselang 25 menit, tepatnya pukul 05:30 WIB, giliran wilayah Jepang Utara yang diguncang gempa kuat Magnitudo 6.9. Berbeda dengan dua gempa sebelumnya, titik episenter gempa Jepang ini terletak di laut, sekitar 35 kilometer sebelah timur-timur laut Kuji dengan kedalaman menengah 51.7 kilometer.

"Dipicu oleh mekanisme sesar naik akibat aktivitas subduksi, gempa ini menimbulkan guncangan hingga skala intensitas VI MMI yang membuat warga sulit berdiri tegak dan merontokkan benda-benda rumah tangga, meski untungnya karakteristik kedalamannya tidak sampai memicu tsunami," jelas dia.

Tidak saling berkaitan

Menurut Daryono, meski rentetan gempa ini terjadi di waktu yang berdekatan, tapi ketiga kejadian ini tidak saling berkaitan. Pasalnya, sumber ketiga gempa tersebut berbeda dan lokasinya berjauhan.

"Ketiga gempa memiliki sumber gempa sendiri-sendiri, California Utara: sesar/patahan, Venezuela:sesar/patahan, Jepang sumber gempanya megathrust," ujar dia.

Menurutnya sumber gempa di Bumi berjumlah jutaan, sehingga jika insiden tersebut terjadi dalam waktu yang berdekatan hal tersebut hanya kebetulan belaka.

"Tidak ada rambatan atau saling picu," jelas Daryono.

Lucy Jones, ahli seismologi dari Caltech, juga menyebut bahwa ketiga gempa itu tidak memiliki kaitan sama sekali. Menurutnya gempa-gempa tersebut terjadi di sistem sesar dan batas lempeng yang berbeda, yang berarti satu gempa tidak memicu gempa-gempa lainnya.

Jones mengatakan bahwa gempa besar yang terjadi ribuan mil terpisah umumnya tidak meningkatkan kemungkinan terjadinya gempa besar lainnya di tempat lain.

"Waktunya mungkin hanya kebetulan, tetapi lokasinya tidak. Setiap gempa bumi terjadi di sepanjang batas lempeng aktif yang sudah dikenal, di mana tegangan telah menumpuk selama puluhan tahun atau bahkan berabad-abad," jelas Jones, melansir CNN.

"Di wilayah-wilayah tersebut, gempa bumi besar merupakan bagian yang wajar dari siklus alam, meskipun memprediksi secara tepat kapan gempa tersebut akan terjadi tetap tidak mungkin," lanjut dia.

(dmi) Add as a preferred
source on Google