Spesifikasi Drone MQ-9, Drone Canggih AS yang Ditembak Jatuh Iran
Tensi antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik AS diduga kuat dihancurkan Iran.
Sebelumnya, Iran diduga menembak jatuh helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Kemudian, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengeklaim berhasil menjatuhkan drone Amerika Serikat (MQ-9) di wilayah selatan Provinsi Bushehr pada Rabu (10/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesawat nirawak yang jatuh di Bushehr itu merupakan platform pesawat yang dioperasikan dari jarak jauh (RPA) dan diproduksi oleh kontraktor pertahanan asal AS, General Atomics Aeronautical Systems.
Melansir laman resmi Air Force AS, MQ-9 Reaper dirancang sebagai aset mutakhir yang mengemban fungsi utama mengumpulkan intelijen secara persisten di medan tempur. Selain itu, drone ini juga dioptimalkan untuk mengeksekusi target-target yang bergerak cepat di darat.
Secara dimensional, pesawat nirawak ini memiliki bentang sayap yang masif mencapai 20,1 meter. Struktur bodi utama drone memiliki panjang 11 meter, dengan ketinggian kendaraan sekitar 3,8 meter.
Bobot kosong pesawat nirawak ini di angka 2.223 kilogram. Guna menunjang operasional jangka panjang, struktur tangki internalnya mampu memuat kapasitas bahan bakar normal sebesar 4.000 pon atau setara dengan 602 galon, yang dapat ditingkatkan pada varian jarak jauh hingga mencapai 6.000 pon.
Dengan konfigurasi tersebut, drone ini memiliki batas berat lepas landas maksimum standar sebesar 10.500 pon atau setara dengan 4.760 kilogram.
Dari sisi dapur pacu, drone ini mengandalkan sistem penggerak berupa mesin turboprop Honeywell TPE331-10GD. Unit pembangkit daya mekanis ini mampu menyemburkan tenaga dorong maksimal hingga 900 shaft horsepower.
Dukungan mesin turboprop tersebut membuat Reaper memiliki jangkauan operasional yang luas, dengan radius jelajah standar sejauh 1.150 mil atau berkisar 1.000 mil laut, serta kemampuan mengudara yang sangat lama untuk mengawasi pergerakan musuh tanpa henti.
Sebagai mata-mata di langit, keunggulan operasional drone ini didukung integrasi sistem penargetan multi-spektral terpadu berupa instalasi perangkat MTS-B. Sistem sensor visual canggih ini menggabungkan sensor inframerah, kamera televisi siang hari monokrom dan berwarna, kamera inframerah gelombang pendek, alat penanda laser, serta iluminator laser.
Kehadiran perangkat sensor optik jarak jauh tersebut berpadu dengan radar apertur sintetis untuk memberikan visualisasi medan tempur secara presisi dan seketika kepada operator.
Platform udara ini juga mampu mengusung kombinasi persenjataan presisi tinggi untuk menghancurkan target darat dengan dampak kerusakan kolateral yang rendah. Kompartemen persenjataannya dirancang untuk dapat membawa hingga delapan unit rudal udara-ke-darat berpemandu laser AGM-114 Hellfire yang efektif menghancurkan armada lapis baja.
MQ-9 Reaper juga memiliki kompatibilitas penuh untuk dipersenjatai dengan bom pintar berpemandu seperti GBU-12 Paveway II, GBU-38 Joint Direct Attack Munitions, GBU-49 Enhanced Paveway, serta GBU-54 Laser JDAM.
(dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

