Riset: Ortu Tak Peka Keamanan Siber Sering Share Foto Anak di Medsos

CNN Indonesia
Kamis, 04 Jun 2026 11:10 WIB
Riset Kaspersky dan SIT menunjukkan orang tua yang aktif sharenting cenderung mengabaikan keamanan siber anak
Ilustrasi. Riset Kaspersky dan SIT menunjukkan orang tua yang aktif sharenting cenderung mengabaikan keamanan siber anak (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Riset terbaru dari Kaspersky dan Singapore Institute of Technology (SIT) menyebut orang tua yang kurang peka terhadap keamanan siber cenderung lebih sering membagikan kehidupan anak.

Sharenting, gabungan dari istilah untuk berbagi dan pengasuhan anak, mengacu pada kebiasaan penggunaan media sosial oleh orang tua untuk berbagi konten seperti, foto, video, dan informasi detail tentang anak-anak mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi berjudul "Small Shares, Big Risks: How Parents Assess Threats and Cope with Sharing of Children's Data" menemukan bahwa frekuensi orang tua memposting foto dan video meningkat bersamaan dengan menurunnya niatan mereka dalam mempraktikkan keamanan online.

"Analisis kami menggabungkan regresi, korelasi, dan perbandingan rata-rata untuk meneliti hubungan antara perilaku 'berbagi' orang tua dan sikap mereka terhadap keamanan digital. Melalui metode- metode ini, kami mengamati pola konsisten yang menunjukkan bahwa seiring meningkatnya frekuensi 'berbagi informasi' dari para orang tua, maka motivasi untuk mengadopsi langkah-langkah perlindungan menurun," ujar Associate Professor Jiow Hee Jhee, Deputy Director, Teaching and Learning Academy di SIT dalam keterangannya, Rabu (3/6).

"Ini menunjukkan adanya kesenjangan perilaku, di mana paparan online anak yang lebih besar tidak diimbangi dengan upaya untuk melindungi data dan privasi mereka lebih kuat," tambahnya.

Studi ini didasarkan pada 152 tanggapan online dari Mesir, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Vietnam.

Riset ini menemukan bahwa orang tua dari Asia Pasifik dan Mesir umumnya menyadari pentingnya mengamankan privasi anak-anak dan keluarga mereka secara online, tetapi tindakan untuk menerapkannya tampaknya cukup merepotkan.

Sebagian besar (87 persen) setuju bahwa membatasi visibilitas media sosial hanya kepada keluarga dan teman dekat mengurangi risiko privasi; Namun, hampir setengahnya (49 persen) menganggap proses tersebut memakan waktu.

Kemudian, sekitar empat dari setiap lima responden (80 persen) juga percaya bahwa menghapus izin berbagi dapat melindungi privasi, tetapi 40 persen mengatakan hal itu membutuhkan usaha.

Selain itu, 8 dari 10 responden (83 persen) percaya bahwa mematikan metadata dan penandaan geografis melindungi privasi mereka, tetapi lebih dari sepertiganya (36 persen) berpikir bahwa hal itu terlalu memakan waktu untuk dilakukan.

"Dalam penelitian, beberapa orang tua yang kami survei merasa mengubah pengaturan privasi media sosial mereka atau menghapus penandaan lokasi pada aplikasi cukup merepotkan. Orang tua mengakui bahwa keamanan digital itu penting, tetapi kesulitan dalam menerapkannya menciptakan gesekan terus-menerus," kata Trishia Octaviano, Manajer Senior Pendidikan Keamanan Siber untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Ketika ditanya tentang kepercayaan diri mereka dalam menghadapi risiko privasi yang muncul akibat sharenting, empat dari lima orang tua percaya bahwa mereka memiliki kemampuan untuk menjaga agar informasi yang dapat diidentifikasi tidak tersebar di unggahan dan akun mereka, tidak mengunggah foto memalukan anak-anak mereka, dan mengatur pengaturan privasi di media sosial untuk membatasi akses hanya kepada keluarga dan teman dekat.

Namun, hampir tiga perempat orang tua (72 persen) berpikir bahwa, meskipun telah menyesuaikan pengaturan privasi media sosial, mereka masih rentan terhadap peretasan.

Merespons kebiasaan sharenting ini, berikut beberapa tips mengelola privasi digital untuk keamanan keluarga:

- Hapus akun lama yang tidak lagi Anda gunakan.
- Atur akun menjadi privat jika Anda tidak ingin profil Anda bersifat publik.
- Luangkan waktu untuk menavigasi pengaturan privasi di akun media sosial Anda, dan periksa secara teratur, karena pengaturan tersebut cenderung berubah. Tinjau jaringan kontak, aktivitas masa lalu, dan visibilitas profil Anda.
- Sebelum mengungkapkan informasi apa pun secara online, pertimbangkan apakah informasi tersebut dapat digunakan untuk membahayakan Anda.
- Berhati-hatilah dalam mengungkapkan geolokasi dalam unggahan dan hapus metadata dari file foto.
- Pertimbangkan untuk menghapus unggahan yang mengungkap lokasi anak Anda yang sering dan penting, misalnya sekolah, klub olahraga.
- Pantau aktivitas online anak Anda secara aktif.

(lom/lom) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]