Fenomena Bediding Landa Surabaya, Suhu Malam Hari Makin Dingin
Warga Kota Surabaya dan sekitarnya tengah merasakan fenomena bediding atau suhu udara yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya pada malam hingga pagi hari, meskipun di siang hari cuaca terasa terik.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan kondisi ini dipicu karena Surabaya sedang memasuki periode awal musim kemarau, yang ditandai dengan minimnya tutupan awan di langit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prakirawan BMKG Juanda Restina Wardhani menjelaskan, ketiadaan awan inilah yang membuat pelepasan panas Bumi ke atmosfer pada malam hari terjadi tanpa hambatan, sehingga suhu udara turun.
"Suhu udara terasa dingin terutama di wilayah Surabaya dan sekitarnya dikarenakan telah memasuki musim kemarau," kata Restina saat dikonfirmasi, Selasa (2/6).
"Pada malam hari tutupan awan lebih sedikit yang mengakibatkan suhu terasa dingin. Pada siang hari suhu akan terasa panas," tambahnya.
Berdasarkan data BMKG, suhu terendah di Kota Pahlawan saat fenomena bediding ini berlangsung diperkirakan bisa menyentuh angka 26 derajat Celsius. Kondisi ini diprediksi masih akan bertahan dalam kurun waktu beberapa hari ke depan.
"Diprakirakan Surabaya dan sekitarnya suhu terdingin pada hari ini mencapai 26 derajat celcius. Dalam beberapa hari ke depan di prakirakan fenomena ini masih akan terjadi," jelasnya.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh. Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari juga diminta waspada terhadap paparan terik matahari yang menyengat.
"Masyarakat diimbau selalu menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan matahari langsung," tutupnya.
(frd/dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

