Kenapa Pagi-Siang Terasa Panas Beberapa Hari Terakhir? Ini Kata BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca panas pada pagi hingga siang hari disertai hujan pada sore menjelang malam merupakan karakteristik periode peralihan musim.
"Kita mulai dipengaruhi oleh periode peralihan musim, dari musim hujan ke musim kemarau. Memang tipikalnya di periode peralihan musim ini, ketika pagi hingga siang hari itu pemanasan maksimal, kemudian sore menjelang malam hari terjadi konveksi atau pengangkatan panas, sehingga terjadilah hujan," ujar Fachri Radjab, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG dalam wawancara bersama CNN Indonesia, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fachri menambahkan ada beberapa faktor yang memicu hujan ketika sore, salah satunya yang sedang aktif adalah gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial.
Dalam kesempatan tersebut, Fachri juga menjelaskan kenapa intensitas hujan sangat beragam di wilayah Indonesia.
"Karena Indonesia sebagai satu negara kepulauan, kemudian berada di daerah tropis, kemudian bentuk geografisnya pun beda-beda, dengan dataran rendah ada pegunungan, itu semua karakteristik lokal ini berpengaruh terhadap dinamisnya kondisi cuaca dan iklim di Indonesia," terangnya.
Data dari 116 stasiun pengamatan BMKG menunjukkan anomali suhu rata-rata bulan April 2026 terhadap periode normal 1991-2020 didominasi positif, artinya suhu lebih panas dibanding rata-rata historis pada bulan yang sama.
Anomali suhu tertinggi tercatat di Serang, Banten yang mencapai +1,4°C dari normal. Kemudian disusul Jakarta Utara (+1,27°C), Kepulauan Sula di Maluku (+1,24°C), Jakarta Timur (+1,21°C), dan Minahasa Utara, Sulawesi Utara (+1,16°C).
Lihat Juga : |
Sementara itu, tidak ada satupun wilayah yang mencatatkan anomali suhu terendah ekstrem di bawah -1°C. Anomali negatif terbesar hanya -0,2°C yang tercatat di Tual, Maluku Tenggara.
Meski beberapa waktu terakhir sejumlah wilayah diteror cuaca panas, Fachri menyebut rekor suhu rata-rata tertinggi di Indonesia masih dipegang oleh tahun 2024.
Usai melalui masa peralihan, sejumlah wilayah akan menghadapi kemarau lebih kering dan lebih panjang. Kondisi tersebut terjadi imbas kehadiran fenomena El Nino.
"BMKG mendefinisikan musim kemarau kan dilihat dari curah hujannya, bukan dari suhunya. Ketika curah hujan sudah kurang dari 150 mm dalam satu bulan, itu sudah masuk kategori musim kemarau. Kemarau tahun ini memang kita perkirakan, kita prediksi akan lebih kering dan lebih panjang dari rata-ratanya," tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan analisis terkini menunjukkan awal Mei sudah masuk kategori El Nino lemah dan bergerak menuju El Nino moderat dengan potensi sampai ke El Nino kuat.
(lom/dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

