Jakarta Masih Diintai Hujan Lebat, BMKG Kasih Peringatan

CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 08:25 WIB
Jakarta dan sekitarnya berpotensi hujan hingga 7 Mei 2026. BMKG peringatkan cuaca panas di siang hari, diikuti hujan lebat sore hingga malam.
Ilustrasi. Jakarta dan sekitarnya berpotensi hujan hingga 7 Mei 2026. BMKG peringatkan cuaca panas di siang hari, diikuti hujan lebat sore hingga malam. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya masih berpotensi diguyur hujan, meski tanda-tanda musim kemarau sudah mulai tampak. Simak prediksinya.

Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada periode 5-7 Mei 2026, DKI Jakarta dan sebagian Jawa Barat masih masuk dalam daftar wilayah yang perlu mewaspadai hujan. Banten naik satu level ke status Siaga, yang berarti berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG menjelaskan, kondisi ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer. Misalnya, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif di fase Indian Ocean berkontribusi mendorong pembentukan awan di sebagian Jawa.

Di sisi lain, faktor lokal seperti pemanasan permukaan yang kuat pada siang hari dan kelembaban udara yang masih relatif tinggi turut memperkuat pertumbuhan awan-awan hujan.

Merujuk informasi BMKG di Instagram, pada Rabu (6/5), sejumlah wilayah seperti Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok berpotensi hujan sedang hingga lebat.

Kemudian, pada Kamis (7/5), kondisi serupa berpotensi terjadi di Kota Tangerang Selatan, Kota dan Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, serta Kota Depok.

Sementara itu, pada Jumat (8/5) dan Sabtu (9/5), BMKG memprakirakan tidak ada wilayah Jabodetabek yang berpotensi diguyur hujan.

Menurut BMKG sejumlah faktor jadi pemicu hujan lebat di beberapa wilayah. Di antaranya adalah aktivitas sejumlah gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang terpantau melintasi sebagian wilayah Indonesia.

"Gelombang atmosfer tersebut berperan dalam memodulasi proses konvektif pada skala yang lebih luas, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah," tulis BMKG dalam laman resminya, Senin (4/5).

Hujan diprediksi turun mulai sore menjelang malam hari. Sementara, pada pagi hingga siang hari, cuaca cenderung panas terik.

BMKG menjelaskan pada pagi hingga siang hari, radiasi Matahari yang intens menyebabkan proses konveksi yang tinggi dan kemudian memicu pembentukan hujan lokal pada sore hingga malam hari.

Menurut BMKG hujan yang terjadi biasanya tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi yang singkat, serta berpotensi disertai kilat dan angin kencang.

"Kombinasi radiasi Matahari yang tinggi dan kelembaban udara yang cukup dapat menyebabkan suhu yang relatif panas pada pagi hingga siang hari, diikuti dengan kondisi hujan yang signifikan pada sore hingga malam hari," jelas BMKG.

(dmi/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]