Berkat Kampung Internet, UMKM Desa Setanggor Cuan Rp20 Juta/Hari

CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 09:30 WIB
Program Kampung Internet Kemkomdigi di Desa Setanggor NTB mendukung 66 UMKM dan pendidikan, meningkatkan promosi produk dan akses belajar dengan internet.
Program Kampung Internet Kemkomdigi di Desa Setanggor NTB mendukung 66 UMKM dan pendidikan, meningkatkan promosi produk dan akses belajar dengan internet gratis. (Foto: CNN Indonesia/Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjangkau 66 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Setanggor, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Desa Setanggor Kamarudin mengatakan sebelum ada jaringan internet memadai, UMKM di daerahnya mempromosikan produk-produk secara manual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamarudin mengatakan para pelaku UMKM juga kesulitan untuk memperluas pasar.

"Waktu itu kita promosikan ya secara manual kegiatan-kegiatan wisata kita. Alhamdulillah di beberapa kesempatan dari komunikasi kita, coba kita mengajukan proposal, mengajukan keluhan kita, dan alhamdulillah terjawab dengan sarana Komdigi yang masuk Desa Setanggor," kata Kamarudin di Desa Setanggor, Rabu (22/4).

Program Kampung Internet ini masuk desa tersebut sejak delapan bulan lalu. Ada 66 titik internet gratis yang dimanfaatkan 66 UMKM di wilayah itu.

Ia mengatakan dengan akses internet, pelaku UMKM bisa memanfaatkan media sosial untuk promosi produk. Pelaku usaha juga telah menggunakan sistem pembayaran digital seperti QRIS.

"Jumlah titik yang sudah terlayani itu ada 66 UMKM. UMKM bukan saja kuliner memang, tetapi ada juga ini untuk para pedagang-pedagang yang ada di pinggir ini kan, yang pinggir yang kayak jual sembako juga itu kita layani juga kan," ujar dia.

Salah seorang pelaku UMKM di Desa Setanggor, Isnawati Kamariah, mengaku kehadiran internet gratis sangat membantu usahanya menjual sembako dan buah-buahan.

Ia bisa mempromosikan dagangannya secara lebih luas melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram, tanpa harus mengeluarkan biaya.

"Sejak adanya [Program Kampung Internet] Komdigi ini lebih hemat pokoknya, enggak perlu ngeluarin biaya untuk promosi ini itu. Bisa langsung promosi langsung dan penjualannya meningkat karena banyak yang tahu," katanya.

Sebelum program tersebut, ia mengaku bisa merogoh kocek mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per bulan. Isnawati membeli paket data atau voucher internet kepada tetangganya yang memiliki jaringan Wi-Fi.

Menurut Isnawati, peningkatan akses internet juga berdampak pada kenaikan penjualan. Ia bahkan menyebut omzet usahanya bisa mencapai hingga Rp20 juta per hari saat ramadan dan lebaran.

"Produk buah sama sembako, bumbu-bumbu dapur, paling laris bumbu dapur sama buah-buahan," ujar dia.

Isnawati juga memanfaatkan internet untuk siaran langsung (live) berjualan di media sosial.

Menurutnya, koneksi Wi-Fi dari program Kampung Internet itu lebih stabil dibandingkan data seluler.

"Soalnya kalau kita pakai data kan kadang ada yang nelpon langsung mati kan kalau kita lagi live jualan. Kalau pakai Wi-Fi kan dia lancar Wi-Fi-nya, nggak mati siaran langsungnya, tetap kita siaran langsung," ujar dia.

Program Kampung Internet dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menjangkau 66 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Setanggor, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Selain sektor ekonomi, manfaat internet dari program Kampung Internet Komdigi juga menyentuh sektor pendidikan di Desa Setanggor. (Foto: CNN Indonesia/Yogi Anugrah)

Dukung aktivitas sekolah

Selain sektor ekonomi, manfaat internet dari program tersebut juga menyentuh sektor pendidikan.

Salah seorang Guru di SMPN 4 Praya Barat, Desa Setanggor, Nurait, mengatakan keberadaan tambahan jaringan internet dari Komdigi sangat membantu aktivitas belajar, termasuk saat pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan sebelum program ini, sekolahnya baru memiliki satu jaringan Wi-Fi.

"Kemarin TKA-nya cukup lancar, ya, krena kita sangat dibantu ini. Sebelumnya memang kita sudah punya tapi kan tidak cukup. Nah, dengan adanya ini maka semuanya berjalan lancar," kata dia.

Ia menjelaskan internet digunakan oleh para guru untuk mengakses modul pembelajaran dan bahan ajar. Sementara untuk siswa, pemanfaatan dilakukan melalui mata pelajaran karena penggunaan ponsel dilarang di sekolah.

"Kalau guru-guru mengaplikasikannya itu kan di sini kan kita istilahnya kalau ada permasalahan dengan pembelajaran, kita coba cari lewat internet gitu kan, tentang bagaimana modul-modul kita cari lewat sana, sehingga kita diskusikan sama teman-teman," kata Nurait.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Alfreno Kautsar Ramadhan mengatakan selain menyediakan akses internet gratis, Komdigi bekerja sama dengan penyedia layanan internet juga melakukan pelatihan bagi siswa SMK di daerah tersebut.

Siswa-siswa SMK yang dilatih itu diharapkan memiliki keterampilan dan bisa direkrut oleh penyedia layanan internet.

"Di situ mereka akan dilatih mengenai secara teknis fiber optik itu gimana dan segala macam, sehingga kerja sama kita sama ISP, mereka juga bisa memberdayakan talenta-talenta lokal sekitar yang menerima manfaat Kampung Internet," kata Alfreno.

Sementara itu, Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Mulyadi mengatakan program Kampung Internet merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai target RPJMN terkait dengan cakupan fixed broadband.

Pada 2025 lalu, bantuan akses internet itu menjangkau 1.282 titik di 22 desa pada 10 kabupaten di 6 provinsi.

"Ditargetkan di tahun 2029 itu 90 persen kecamatan di Indonesia ini terlayani dengan fixed broadband. Sekarang kondisinya baru 72 persen. Memang upaya yang luar biasa yang harus kita lakukan," kata Mulyadi.

(yoa/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]