Asteroid Raksasa 'God of Chaos' Diprediksi Melintas Dekat Bumi 2029

CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 07:30 WIB
Asteroid raksasa 99942 Apophis akan mendekati Bumi pada 13 April 2029. Dapat terlihat tanpa teleskop, jaraknya 32 ribu km, lebih dekat dari Bulan.
Ilustrasi. Asteroid raksasa 99942 Apophis akan mendekati Bumi pada 13 April 2029. Dapat terlihat tanpa teleskop, jaraknya 32 ribu km, lebih dekat dari Bulan. (Foto: iStockphoto/dottedhippo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asteroid raksasa 99942 Apophis diprediksi bakal mendekati Bumi, dan bahkan bisa terlihat dengan mata telanjang tanpa bantuan teleskop. Asteroid ini bakal mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada 13 April 2029.

Menurut laporan NASA, asteroid yang mendapat julukan 'God of Chaos' atau Dewa Kekacauan ini akan melintas pada jarak sekitar 32 ribu kilometer dari Bumi. Jarak tersebut hampir 12 kali lebih dekat dibandingkan jarak rata-rata Bulan ke Bumi, dan bahkan lebih dekat dengan sebagian satelit geostasioner.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir ABC News, Ini menjadikannya sebagai salah satu asteroid terdekat yang pernah tercatat untuk objek sebesar itu.

Pendekatan ini akan terlihat oleh pengamat di Bumi belahan timur, jika cuaca memungkinkan. Pengamat langit tidak memerlukan teleskop atau teropong untuk melihatnya karena jaraknya cukup dekat, menurut para astronom.

Apophis pertama kali ditemukan pada tahun 2004. Saat itu NASA mengklasifikasikannya sebagai asteroid yang berpotensi berbahaya karena kemungkinan terjadinya tabrakan dengan Bumi pada tahun 2029, 2036, atau 2068.

Namun, setelah memantau asteroid tersebut dan orbitnya secara cermat menggunakan teleskop optik dan radar darat, para astronom kini meyakini bahwa tidak ada risiko Apophis menabrak Bumi setidaknya selama 100 tahun ke depan.

NASA menyatakan bahwa tarikan gravitasi Bumi berpotensi mengubah orbit asteroid tersebut mengelilingi Matahari saat melintas pada tahun 2029, baik dengan memperluas orbitnya maupun memperpanjang periode orbitnya. Namun, risiko tabrakan dengan Bumi akan tetap sama.

Lintasan asteroid yang sangat dekat ini juga memungkinkan para astronom di seluruh dunia untuk mempelajari asteroid tersebut lebih lanjut.

Apophis adalah nama Yunani dari dewa Mesir Apep. Para astronom yang menemukan asteroid tersebutlah yang mengusulkan nama itu.

Asteroid tersebut merupakan peninggalan dari masa awal tata surya, yang terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari sisa-sisa bahan baku yang tidak pernah menjadi bagian dari planet atau bulan.

Ukuran dan bentuk pastinya memang belum diketahui, tetapi asteroid tersebut memiliki diameter rata-rata sekitar 1.115 kaki dan sumbu terpanjang setidaknya 1.480 kaki.

Menurut Institut Teknologi Massachusetts, permukaan Apophis telah mengalami pelapukan akibat terpapar cuaca antariksa selama jutaan tahun, termasuk angin matahari dan sinar kosmik.

Untuk lebih memahami sifat-sifat fisiknya, berbagai observatorium di seluruh dunia dan di luar angkasa akan mengamati pendekatan bersejarah asteroid tersebut ke Bumi.

Tak lama setelah mendekati Bumi pada tahun 2029, NASA akan mengalihkan jalur pesawat ruang angkasa untuk melakukan pertemuan dengan Apophis, sementara Badan Antariksa Eropa akan mengirimkan pesawat ruang angkasa untuk menelitinya.

Laporan ESA, saat flyby pada April 2029 terjadi, Apophis akan menjadi bagian dari kelompok "Apollo". Kelompok ini terdiri dari asteroid-asteroid yang melintasi orbit Bumi, namun orbitnya mengelilingi Matahari lebih luas daripada orbit Bumi.

(wpj/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]