BMKG Ungkap Kapan Musim Kemarau Mulai di Indonesia

CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 09:55 WIB
BMKG menginformasikan awal musim kemarau di Indonesia bervariasi. Jakarta diprediksi mulai kemarau pada Mei 2026, dengan puncak di Agustus.
Ilustrasi. BMKG menginformasikan awal musim kemarau di Indonesia bervariasi. Jakarta diprediksi mulai kemarau pada Mei 2026, dengan puncak di Agustus. (Foto: CNN INDONESIA/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta dan sekitarnya, masih rutin diguyur hujan dalam beberapa waktu terakhir. Lantas, kapan sebetulnya musim kemarau dimulai?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut awal musim kemarau dimulai berbeda-beda untuk setiap wilayah Indonesia. Beberapa daerah sudah masuk musim tersebut sejak awal April.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pembaruan pada akhir Maret, BMKG menyebut sebanyak 7 persen zona musim (Z0M) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Jumlah ini disebut akan terus bertambah secara signifikan dengan sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memaparkan beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau adalah sebagian kecil wilayah Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT dan Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.

"BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia," kata Faisal dalam keterangannya, Minggu (5/4).

Sebelumnya, BMKG menjelaskan sebanyak 114 zona musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada April.

Beberapa wilayah yang masuk musim kemarau pada periode tersebut adalah pesisir utara Jawa bagian barat, pesisir utara dan selatan Jawa Tengah, sebagian besar D.I Yogyakarta, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan sebagian kecil Sulawesi Selatan.

Sementara itu, sebanyak 184 ZOM (26,3 persen) dan 163 ZOM (23,3 persen) baru akan memasuki musim kemarau pada Mei dan Juni.

Di Jakarta, sebagian besar wilayah diperkirakan akan masuk musim kemarau pada Mei mendatang.

"Per hari ini belum masuk kemarau, mulai [masuk kemarau] Mei dasarian pertama," ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/4).

Dalam Buku Prediksi Musim Kemarau 2026, BMKG memperkirakan dua zona musim (ZOM) di wilayah Jakarta memulai musim kemarau pada Mei.

ZOM BantenDKI 15 disebut berpotensi memulai musim kemarau pada Mei dasarian pertama, sedangkan BantenDKI 16 diprediksi masuk musim kemarau pada Mei dasarian kedua. Keduanya disebut memulai musim kemarau lebih cepat satu dasarian dibandingkan rata-rata klimatologisnya.

ZOM BantenDKI 15 meliputi Jakarta Barat (Kebon Jeruk, Kembangan, Palmerah), Jakarta Pusat (Cempaka Putih, Johar Baru, Menteng, Senen, Tanah Abang ), Jakarta Timur (Jatinegara, Makasar, Pulogadung, Matraman), serta Jakarta Selatan (Kebayoran).

Sementara itu, BantenDKI 16 meliputi Jakarta Selatan (Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Jagaraksa, Pasar Minggu), Jakarta Timur (Cipayung, Kramatjati, Ciracas, Pasar Rebo).

Lebih lanjut, analisis BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan terjadi pada bulan Agustus 2026, yang mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia. Wilayah lain akan mengalami puncak kemarau pada Juli (12,6 persen) dan September (14,3 persen).

Wilayah yang memasuki puncak musim kemarau pada Juli, meliputi sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, serta merambah ke sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga wilayah barat Pulau Papua.

(lom/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]