Daftar Daerah Ini Masih Diguyur Hujan di Awal Kemarau, Apa Pemicunya?
Sejumlah wilayah di Indonesia masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi meski kalender klimatologis telah memasuki awal musim kemarau pada April.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan karakteristik masa transisi musim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awal musim kemarau selalu berbeda-beda dari daerah ke daerah. Tidak semuanya bermula dari April," katanya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/3).
Berdasarkan catatan BMKG pada periode 30 Maret hingga 1 April, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di berbagai daerah, antara lain:
Maluku: 134,3 mm/hari (sangat lebat)
Sumatra Barat: 86,6 mm/hari
Sumatra Utara: 77,6 mm/hari
Sulawesi Selatan: 76,0 mm/hari
Aceh: 75,6 mm/hari
Gorontalo: 60,5 mm/hari
Kalimantan Barat: 58,3 mm/hari
Nusa Tenggara Barat: 57,5 mm/hari
Selain itu, wilayah seperti Jakarta dan sekitarnya juga masih rutin diguyur hujan.
"Per hari ini belum masuk kemarau. [Kemungkinan musim kemarau di Jakarta] mulai Mei dasarian pertama," kata Ardhasena.
BMKG menjelaskan, hujan di awal kemarau dipicu oleh berbagai dinamika atmosfer, mulai dari aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO).
Selain itu, peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
"Sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang dipengaruhi pola angin tersebut," ujar BMKG.
BMKG mencatat, baru sekitar 7 persen zona musim di Indonesia yang telah memasuki musim kemarau. Sementara sebagian besar wilayah lainnya akan menyusul secara bertahap pada April hingga Juni 2026.
Wilayah yang lebih dulu memasuki kemarau antara lain sebagian Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Barat.
Puncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di lebih dari 60 persen wilayah.
(wpj/dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

