Kacamata Pintar Samsung Dikabarkan Rilis Tahun Ini, Cek Bocorannya
Kacamata pintar Samsung Galaxy Glasses dikabarkan akan segera hadir tahun ini dengan sejumlah bocoran yang telah menonjolkan kemampuannya.
Kacamata pintar ini pertama kali tampil di Mobile World Congress (MWC) di Barcelona pada awal Maret lalu. Kala itu, Jay Kim, executive vice president Samsung mobile business memberikan sedikit penjelasan terkait gawai terbarunya ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kim mengatakan bahwa kacamata pintar tersebut akan dilengkapi dengan kamera bawaan yang terletak pada "tingkat mata Anda." Kacamata tersebut akan terhubung ke ponsel pintar pengguna sehingga perangkat tersebut dapat memproses informasi yang diterima dari kamera.
"Menurut saya, XR pada headset akan tetap ada. Tapi tidak sebagai bisnis berskala besar," kata Kim, dikutip dari CNBC.
"Semua orang membicarakan perangkat AI apa yang akan muncul berikutnya, dan saya sendiri telah mengamati berbagai jenis perangkat. Kacamata, jelas merupakan salah satunya, dan semua orang sedang menaruh perhatian padanya."
Hampir sebulan sejak penjelasan Kim, sejumlah rumor memberikan lebih banyak detail Samsung Galaxy Glasses.
Dilansir Tech Radar, Samsung Galaxy Glasses akan dilengkapi baterai berkapasitas 245mAh, yang hampir sama dengan kapasitas baterai Meta Ray-Ban Display Glasses. Hal ini mengindikasikan bahwa perangkat Samsung tersebut juga akan dilengkapi layar, sesuai dengan prototipe kacamata Samsung yang muncul tahun lalu.
Namun, bocoran sebelumnya mengisyaratkan kapasitas baterai yang lebih kecil. Hal ini mungkin menandakan adanya dua varian, yakni model standar Galaxy Glasses dan Galaxy Glasses Ultra yang masing-masing hadir tanpa atau dengan layar.
Hal tersebut turut diperkuat oleh dua bocoran yang menyebutkan nomor model yang serupa namun berbeda untuk kacamata tersebut, yaitu SM-0200P dan EB-0200.
Samsung Galaxy Glasses kemungkinan akan memiliki lensa transisi. Lensa bening sangat cocok digunakan saat pengguna berada di dalam ruangan atau memakai kacamata di luar ruangan pada hari-hari yang sedikit cerah atau mendung, sedangkan lensa berwarna gelap ideal digunakan saat musim panas sedang puncaknya dan cuaca di luar sangat cerah.
Lensa transisi memberikan manfaat dari kedua fitur tersebut dalam satu pasang kacamata, sehingga memaksimalkan pemanfaatan teknologi yang dimiliki pengguna.
Kacamata pintar ini kemungkinan besar akan membawa kamera, yang telah menjadi standar fitur kacamata pintar.
Kamera sendiri merupakan fitur utama dari kacamata Ray-Ban Meta, tetapi ada banyak kacamata pintar yang tidak dilengkapi kamera dan lebih mengutamakan interaksi AI berbasis audio saja.
Galaxy Glasses dikabarkan akan membawa kamera beresolusi 12 MP yang merupakan resolusi standar untuk kacamata pintar.
Lebih lanjut, aplikasi Android pada kacamata pintar ini dikabarkan akan mendapatkan integrasi XR.
Jam tangan Samsung Galaxy Watches sudah melakukan hal serupa dengan versi aplikasi ponsel yang dioptimalkan untuk wearables, tetapi perbedaannya adalah aplikasi-aplikasi tersebut berjalan langsung di jam tangan tanpa memerlukan ponsel.
Sementara itu, kacamata pintar justru akan menerima data yang diproyeksikan dari ponsel yang terhubung, yang akan membebaskan daya komputasi dan membantu kacamata menghemat baterai.
Rumor lain menyebut Samsung Galaxy Glasses tidak akan memiliki konektivitas data yang diperlukan untuk menjadi perangkat mandiri seperti smartwatch. Dengan demikian, perangkat ini kemungkinan masih akan berperan sebagai aksesoris untuk smartphone pengguna.
(lom/dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


