Prediksi Musim Kemarau di Indonesia, Kapan Mulainya?

CNN Indonesia
Kamis, 19 Mar 2026 08:10 WIB
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di 325 zona musim. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang akibat perubahan iklim.
Ilustrasi. BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di 325 zona musim. Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang akibat perubahan iklim. (Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia. Simak prediksi kapan musim kemarau dimulai.

Awal musim kemarau di sejumlah daerah diprakirakan maju dibandingkan rerata klimatologis 30 tahun terakhir (1991-2020). Kondisi ini juga berpotensi membuat durasi musim kemarau menjadi lebih panjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, menyebut dari total 699 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 325 ZOM atau sekitar 46,5 persen diprediksi mengalami awal musim kemarau yang lebih cepat dari biasanya.

"Awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih awal atau maju, yaitu di 325 zona musim atau 46,5 persen dari keseluruhan zona musim," ujar Faisal.

Sementara itu, sekitar 173 ZOM atau 24,7 persen diprediksi mengalami awal musim kemarau yang sama dengan periode normalnya. Adapun 72 ZOM atau 10,3 persen diperkirakan mengalami kemarau yang datang lebih lambat dari biasanya.

Kapan musim kemarau mulai terjadi?

BMKG memprakirakan musim kemarau mulai berlangsung pada April 2026 di 114 ZOM atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia. Wilayah yang diperkirakan lebih dulu memasuki musim kemarau antara lain pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara.

Kemudian pada Mei 2026, sebanyak 184 zona musim atau 26,3 persen wilayah diprediksi mulai memasuki musim kemarau. Selanjutnya pada Juni 2026, sebanyak 163 zona musim atau sekitar 23,3 persen wilayah akan menyusul mengalami kemarau.

Pergerakan awal musim kemarau diprakirakan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian bergerak ke arah barat secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menegaskan, percepatan awal musim kemarau ini berpotensi membuat durasinya menjadi lebih panjang.

"Kesimpulan umum dari musim kemarau 2026 yang akan kita hadapi ini, kita prediksi maju atau lebih awal. Sehingga pada banyak tempat dia juga menjadi lebih panjang karena awalnya itu maju," jelasnya.

Percepatan datangnya musim kemarau ini dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026. Saat ini, kondisi iklim global telah bertransisi ke fase Netral dan berpotensi berkembang menuju El Niño pada pertengahan tahun.

Hasil pemantauan anomali iklim global di Samudera Pasifik menunjukkan bahwa indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada di angka -0,28, yang menandakan kondisi Netral dan diperkirakan akan bertahan hingga Juni 2026.

Meski demikian, kemungkinan munculnya El Niño dengan kategori lemah hingga moderat mulai meningkat pada semester kedua tahun ini, dengan peluang sekitar 50-60 persen.

Di sisi lain, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan akan tetap berada pada fase Netral sepanjang tahun.

(wpj/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]