Elon Musk Umumkan X Money, Dompet Digital yang Meluncur Bulan Depan

CNN Indonesia
Senin, 16 Mar 2026 14:00 WIB
Elon Musk mengumumkan rencana peluncuran X Money April 2026. Fitur ini menawarkan layanan fintech seperti transfer peer-to-peer dan imbal hasil 6%.
Elon Musk mengumumkan rencana peluncuran X Money April 2026. Fitur ini menawarkan layanan fintech seperti transfer peer-to-peer dan imbal hasil 6%. (Foto: Patrick Pleul/Pool via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bos X Elon Musk mengatakan akan meluncurkan fitur pembayaran X Money di platform media sosial yang dulu bernama Twitter itu pada April.

"Akses awal X Money untuk umum akan diluncurkan bulan depan," kata Musk dalam unggahannya di X, Selasa (10/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fitur X Money disebut akan mengubah X menjadi aplikasi fintech yang dilengkapi dengan transfer peer-to-peer, setoran bank, kartu debit, dan cashback.

Dikutip dari Coindesk, platform ini telah memiliki lisensi di lebih dari 40 negara bagian Amerika Serikat (AS) melalui anak perusahaannya, X Payments, dan bekerja sama dengan Visa untuk layanan pengisian saldo akun.

Harga Dogecoin sempat naik sedikit setelah pengumuman tersebut, meskipun tidak ada sama sekali referensi mengenai kripto di dalamnya. Namun, harganya kembali turun seiring dengan penurunan harga kripto secara umum.

Reaksi spontan ini mencerminkan pola yang telah berulang kali terjadi sejak 2021. Musk mengatakan sesuatu tentang X Payments, dan harga DOGE melonjak karena spekulasi bahwa ia akan mengintegrasikannya.

Musk menyebut dogecoin sebagai "kripto favoritnya" dan Tesla menerima DOGE untuk pembelian barang pada 2022.

Namun, X Money seperti yang dijelaskan adalah produk fiat murni, dengan transfer peer-to-peer, integrasi bank, dan kartu debit. Fitur ini disebut lebih mirip Venmo dengan aplikasi media sosial yang terintegrasi, bukan dompet kripto.

Pada Februari, Kepala Produk X Nikita Bier mengatakan pada bahwa alat perdagangan kripto akan hadir di X melalui Smart Cashtags, namun ia menegaskan bahwa platform tersebut tidak akan melakukan eksekusi perdagangan atau bertindak sebagai pialang.

Fitur tersebut akan menyediakan data dan tautan yang mengarahkan pengguna ke bursa kripto.

Musk belakangan membagikan ulang prediksi pihak ketiga mengenai fitur-fitur masa depan X Money yang mencakup "integrasi kripto," namun perusahaan belum mengonfirmasi hal tersebut.

Pertanyaan yang lebih menarik bagi pasar kripto bukanlah apakah DOGE akan ditambahkan. Melainkan imbal hasil sebesar 6 persen yang ditawarkan X Money.

Suku bunga enam persen atas saldo di dalam aplikasi media sosial yang digunakan oleh ratusan juta orang lebih tinggi daripada hampir semua rekening tabungan di AS dan bersaing dengan reksa dana pasar uang.

Apakah hal ini disubsidi oleh X untuk mendorong adopsi, dihasilkan dari pinjaman deposito, atau didukung oleh mekanisme lain, sangat berpengaruh terhadap cara regulator memandangnya.

Waktu peluncuran X Money ini bertepatan dengan perdebatan di Kongres mengenai RUU CLARITY, yang akan menetapkan aturan untuk produk stablecoin yang memberikan imbal hasil.

Komite Perbankan Senat menargetkan pertengahan hingga akhir Maret untuk proses pembahasan rancangan undang-undang. Pertanyaan besar dari regulasi ini adalah apakah platform non-bank boleh menawarkan imbal hasil yang mirip dengan deposito kepada konsumen.

X Money bukanlah produk stablecoin, tetapi menargetkan permintaan konsumen yang sama persis, yaitu orang-orang yang mencari imbal hasil lebih baik daripada yang ditawarkan bank mereka, melalui jalur regulasi yang berbeda.

Jika X Money diluncurkan secara besar-besaran dengan bunga tahunan 6 persen sebelum Undang-Undang CLARITY disahkan, hal ini akan menciptakan masalah baru.

Sebuah produk fintech berbasis mata uang fiat di dalam aplikasi media sosial dapat menawarkan imbal hasil yang justru sedang dilarang bagi produk stablecoin kripto melalui regulasi.

(lom/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]