Sebagian Besar Wilayah RI Masih 'Basah', Kapan Musim Kemarau Tiba?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Goefisika (BMKG) menyebut saat ini 81 persen wilayah Indonesia sedang mengalami musim hujan. Lantas, kapan musim hujan berakhir dan musim kemarau datang?
"Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 81,3 persen wilayah Indonesia (568 ZOM) mengalami Musim Hujan," tulis BMKG dalam unggahannya di Instagram, Senin (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG mengatakan curah hujan pada Dasarian II Februari bervariasi dari kriteria sangat tinggi sebanyak 0,34 persen, tinggi sebanyak 9,02 persen, menengah sebanyak 73,88 persen, dan kriteria rendah sebanyak 16,76 persen wilayah.
Kriteria curah hujan tinggi hingga sangat tinggi disebut dominan terjadi di sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua.
Pada Dasarian III Februari, BMKG memperkirakan curah hujan umumnya berada pada kriteria rendah (20-150 mm/dasarian).
Namun, ada juga beberapa wilayah yang diprediksi mengalami hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi (>150 mm/dasarian) seperti sebagian kecil Banten bagian selatan, sebagian kecil Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Kemudian, hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi juga berpotensi terjadi di sebagian kecil Bali, sebagian kecil Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur bagian utara, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian kecil Nusa Tenggara, sebagian kecil Papua Barat dan Papua Tengah.
Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan di beberapa wilayah, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akan berakhir pada Maret. Kemudian, musim kemarau akan dimulai pada bulan berikutnya, yakni pada April.
"Kalau di daerah yang dimaksud Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, itu berakhir kira-kira nanti di sekitar Februari sampai Maret," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani seusai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1).
"Nanti bulan April, Mei, Juni, hingga nanti September itu masuk ke musim kemarau. Baru musim hujan kembali dimulai di Oktober," lanjutnya.
Faisal menyebut pihaknya memprediksi kondisi iklim di Tanah Air akan kembali normal mulai April. BMKG memperkirakan fenomena La Nina lemah yang terjadi saat ini tak akan berkembang menjadi kuat.
"La Nina lemah itu kan dipantau dari Nino 3.4 ya, yang ada di perairan Pasifik. Nah ini, La Nina ini nanti akan terus melemah hingga sampai bulan Maret. Ini berdasarkan prakiraan iklimnya," tuturnya.
Ia menjelaskan setelah La Nina melemah, kondisi iklim diprediksi normal pada April hingga akhir tahun. Setelah itu, pengaruh El Nino maupun La Nina akan hilang.
"Pada bulan April hingga akhir tahun itu cenderung dalam kondisi normal, ya tidak ada El Nino, tidak ada La Nina, jadi normal," terangnya.
(lom/dmi)[Gambas:Video CNN]

