Peringatan BMKG, Jatim Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 16:29 WIB
BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk seluruh wilayah Jawa Timur dalam sepekan ke depan.
Ilustrasi. BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk seluruh wilayah Jawa Timur dalam sepekan ke depan. (Foto: CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk seluruh wilayah Jawa Timur dalam sepekan ke depan.

Berdasarkan hasil analisis atmosfer terbaru, terdapat peningkatan risiko cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengatakan kondisi ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi yang dapat mengganggu aktivitas hingga keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi berupa hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es hingga periode 28 Februari 2026," kata Taufiq, Senin (23/12).

Potensi cuaca buruk ini mencakup hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur, yakni Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang.

Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang.

Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkakan.

Kemudian Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu

Saat ini, kata dia, mayoritas wilayah memang sedang berada pada fase puncak musim hujan, sehingga akumulasi curah hujan diperkirakan akan jauh lebih tinggi dari biasanya.

"Saat ini seluruh wilayah di Jawa Timur berada pada musim hujan dan beberapa wilayah diprakirakan masih mengalami puncak musim hujan," ucapnya.

BMKG menjelaskan fenomena ini dipicu oleh aktivitas Monsun Asia serta gangguan gelombang atmosfer yang melintasi wilayah Jawa Timur.

Kombinasi antara Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby, ditambah dengan suhu muka laut yang hangat di Selat Madura, menciptakan kondisi atmosfer yang sangat labil dan memicu pertumbuhan awan konvektif secara masif.

"Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer Low Frequency, Madden Jullian Oscillation dan Gelombang Rossby yang akan melintasi wilayah Jawa Timur," katanya

"Suhu muka laut perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang," tambahnya.

Analisis lebih lanjut pada lapisan angin gradien menunjukkan adanya pola pertemuan angin atau konvergensi. Selain itu, peningkatan kecepatan angin yang terpantau mencapai 20 Knot menjadi indikator kuat bahwa potensi cuaca ekstrem ini tidak boleh dianggap remeh.

"Berdasarkan analisis angin gradien 3.000 feet tanggal 20 Februari 2025 Jam 07.00 WIB, angin dominan dari arah barat dengan pola pertemuan angin (konvergensi) dan terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur sebesar 20 Knot," ucapnya.

Taufiq menyebut, indikator lain seperti nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang bersifat negatif menunjukkan adanya tutupan awan yang sangat signifikan di langit Jawa Timur.

Meskipun puncak musim hujan secara umum diprediksi terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2026, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan hingga akhir bulan ini.

"Nilai OLR diprakirakan cenderung netral hingga negatif dan adanya gangguan gelombang atmosfer Low frequency dan Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur yang mengindikasikan tutupan awan yang cukup signifikan di wilayah Jawa Timur," katanya.

Menanggapi situasi ini, BMKG Juanda pun mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah mitigasi.

"BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang," ucapnya.

Utamanya bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan atau dekat tebing, risiko tanah longsor dan banjir bandang menjadi ancaman utama yang harus diantisipasi.

"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," pungkasnya.

(frd/dmi)


[Gambas:Video CNN]