Televisi China Rayakan Imlek dengan Menampilkan Robot Humanoid
Dalam rangka perayaan Imlek, robot humanoid ditayangkan di salah satu acara televisi populer China, yakni CCTV Spring Festival Gala pada Senin malam (16/2). Ini jadi ajang 'pamer' kebijakan industri mutakhir negeri Tirai Bambu.
Tahun ini, fokus utama acara tersebut adalah dorongan Beijing untuk mendominasi pengembangan robot humanoid dan masa depan manufaktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Reuters, empat startup robot humanoid yang sedang naik daun, siap memamerkan produk-produk mereka dalam acara tersebut. Empat startup ini, yakni Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab.
Acara yang disiarkan secara nasional ini memiliki pengaruh yang setara dengan Super Bowl di Amerika Serikat, sehingga ini menjadi momen penting bagi industri teknologi China.
Sorotan terhadap sektor robot humanoid China makin meningkat seiring dengan persiapan beberapa perusahaan besar seperti AgiBot dan Unitree untuk melantai di bursa saham tahun ini.
Selain itu, sejumlah startup kecerdasan buatan (AI) domestik juga meluncurkan model-model terdepan selama libur panjang Imlek.
Adapun tahun lalu, acara ini mengejutkan penonton dengan penampilan 16 robot humanoid Unitree yang menari serempak bersama para penari manusia sambil mengibarkan saputangan. Acara CCTV ini menarik 79 persen penonton siaran langsung di China tahun lalu.
Menurut Georg Stieler, Managing Director Asia dan Kepala Robotika serta Otomasi di konsultan teknologi Stieler, CCTV Spring Festival Gala selama ini memang kerap digunakan untuk menonjolkan ambisi teknologi Beijing, termasuk program antariksa, drone, dan robotika.
"Yang membedakan gala ini dari acara serupa di negara lain adalah keterkaitan langsung antara kebijakan industri dan tontonan di jam tayang utama," ujarnya.
Menurut Stieler, perusahaan yang tampil di panggung gala biasanya mendapatkan keuntungan nyata berupa pesanan pemerintah, minat investor, dan akses pasar.
China menguasai 90 persen dari sekitar 13.000 robot humanoid yang diekspor secara global tahun lalu. Negara ini jauh meninggalkan pesaingnya dari Amerika, seperti Tesla dengan produk Optimus.
Morgan Stanley memproyeksikan penjualan robot humanoid di China akan lebih dari dua kali lipat menjadi 28.000 unit tahun ini.
(rti)[Gambas:Video CNN]
