Bos Geotab Bicara Tantangan Pasar di Indonesia
Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, Geotab yang merupakan perusahaan platform manajemen armada global, terus berupaya memberikan inovasi dan produk terbaik. Indonesia juga menjadi salah satu target pasar utama Geotab di 2026.
Melalui ajang Geotab Connect 2026 yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, 10-12 Februari, Geotab merilis inovasi terbarunya. Selain meluncurkan GO Focus Pro Dash Cam, Geotab juga mengeluarkan rangkaian produk GO Anywhere, memperkenalkan generasi terbaru dari perangkat andalan mereka, GO, sekaligus meluncurkan GO Plus.
Pasar platform manajemen armada atau fleet management di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cepat. Penggunaan platform fleet management sangat penting bagi perusahaan-perusahaan seperti e-commerce, logistik, transportasi, distribusi, pertambangan, dan konstruksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Platform fleet management bukan hanya sekadar GPS. Internet of Things (IoT) yang semakin canggih membuat platform fleet management bisa memantau armada secara real-time, mengoptimalkan rute, mengelola biaya bahan bakar, memantau kondisi mobil, hingga perilaku pengemudi.
Geotab pun menjadikan Indonesia sebagai salah satu target pasar prioritas di 2026. Namun, tantangan besar menanti Geotab di Indonesia pada 2026 ini.
Dalam wawancara bersama CNNIndonesia.com di sela Geotab Connect 2026, Sean Killen yang merupakan Vice President, Global Markets Geotab mengungkap tantangan tersebut. Berikut hasil wawancara dengan Sean Killen.
Apa misi utama dan tujuan Geotab Connect tahun ini, apa perbedaannya? Bisakah Anda menjelaskannya?
Geotab Connect adalah acara tahunan kami. Kami mengumpulkan orang-orang, memperkenalkan produk baru, dan mengumumkan hal-hal baru. Ini biasanya menjadi cara kami memulai tahun. Acara kali ini lebih besar dari yang pernah kami lakukan sebelumnya.
Ada 4.000 orang mendaftar. Ini angka yang sangat signifikan bagi kami. Namun, tujuan utamanya adalah memperkenalkan semua pihak yang terlibat dalam komunitas Geotab, tentang produk apa yang akan datang.
Karena dunia teknologi berubah dengan cepat. Jadi ini merupakan cara yang bagus untuk memulai tahun, hingga bisa memastikan semua orang berada di halaman yang sama, lalu kita kembali ke lapangan dan mulai bekerja.
Showroom Geotab Connect 2026 yang menunjukkan produk terbaru GO Focus Pro. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo) |
Bagaimana perkembangan Geotab sepanjang tahun 2025?
Tahun 2025 merupakan tahun yang sangat penting bagi Geotab. Ada dua hal besar yang terjadi. Pertama, kami mengakuisisi perusahaan telematika video. Sekarang kami memiliki produk video kami, Go Focus. Saat ini sedang diluncurkan secara global, dan responsnya sangat baik. Hal ini menjadikan Geotab sebagai pemain all-in-one, yang sangat penting di pasar ini.
Hal kedua adalah akuisisi aset Verizon Connect. Jadi, delapan negara di Eropa plus bisnis di Australia. Hal ini memungkinkan kami untuk fokus di wilayah-wilayah tersebut. Dan kedua hal besar inilah yang membantu mendorong pertumbuhan, ditambah dengan pertumbuhan organik reguler kami. Tahun yang fantastis bagi kami.
Bagi Anda, apa tantangan terbesar bagi Geotab tahun ini?
Pasar kami baru mulai mengadopsi video. Di Amerika Utara dan Eropa Barat, video sudah hampir menjadi standar. Semua orang harus memilikinya. Saat ini, pasar kami baru mulai menyadari bahwa mereka membutuhkan video dan seberapa pentingnya hal itu, terutama ketika dipadukan dengan sistem telematika kami.
Ini adalah sebuah proses. Anda sedang mendidik seluruh industri bahwa [cara] ini lebih baik, tetapi Anda belum pernah melakukannya sebelumnya. Itulah tantangan terbesar saat ini. Prosesnya berjalan dengan baik, tetapi kadang-kadang sangat menantang, karena orang-orang belum terbiasa dengan kamera di depan wajah mereka.
Vice President Global Markets Geotab, Sean Killen. (Arsip Geotab) |
Anda memiliki banyak pengalaman bekerja di berbagai perusahaan teknologi besar. Menurut Anda, apa kunci sukses untuk terus berkembang di industri ini?
Bagi saya, saya merasa teknologi akan berkembang dengan sendirinya. Kami memiliki tim pengembangan teknis yang sangat kuat. Budaya Geotab-lah yang membuat Geotab istimewa.
Saya pernah bekerja di beberapa perusahaan besar dan sukses, seperti yang Anda katakan. Saya belum pernah mengalami budaya di mana orang-orang ingin sukses dan menikmati bekerja bersama. Ini tempat yang hebat.
Saya tidak akan pernah menemukan perusahaan lain seperti ini. Ini adalah pengalaman terbaik yang pernah saya alami. Saya pernah bekerja di BlackBerry saat BlackBerry berada di puncak kejayaannya. Ini lebih baik.
Bagaimana Anda melihat pasar platform fleet management di Indonesia saat ini?
Tentu saja sedang berkembang. Pasti sedang berkembang, dan semakin menyadari pentingnya telematika. Mengenai harga di Indonesia kadang-kadang jadi tantangan, karena Geotab berada di segmen premium. Banyak pelanggan kami adalah perusahaan multinasional dengan kehadiran besar di Indonesia atau perusahaan Indonesia yang sangat besar.
Saat ini, kami tidak memiliki banyak bisnis kecil dan menengah di Indonesia karena titik harga Geotab terlalu tinggi untuk mereka. Geotab umumnya ditujukan untuk perusahaan yang mencari banyak fitur dan pengembalian investasi yang tinggi. Jika Anda hanya mencari pelacakan dasar, ada banyak solusi di Indonesia saat ini yang tidak kami saingi.
Saat ini, kami tetap berada di segmen premium untuk perusahaan yang benar-benar ingin menggunakan produk terbaik, yang dapat mereka pasang di kendaraan mereka untuk mendapatkan solusi terbaik.
Apa target Geotab dan rencana untuk Indonesia pada tahun 2026?
Bertumbuh, bertumbuh, dan merekrut lebih banyak orang. Jadi saya harus merekrut lebih banyak orang di sana. Indonesia adalah salah satu tempat favorit saya untuk dikunjungi.
Saya suka pergi ke Asia Tenggara secara umum, tapi Indonesia, jika Anda ingat, Anda mungkin masih muda. Saya tidak tahu apakah Anda ingat atau tidak. Anda cukup muda. Apakah Anda ingat Blackberry di Indonesia? Blackberry Messenger? Saya yang meluncurkannya. Jadi saya adalah manajer produk untuk BBM saat BBM masuk ke Indonesia.
Jadi saya memiliki tempat khusus di hati saya untuk Indonesia. Saya mencintai Indonesia. Jadi saya sangat antusias untuk melakukan apa yang kami lakukan dengan Blackberry, tetapi di Indonesia dengan Geotab.
Saya ingin melihat kita berhasil dengan baik dan ingin melakukan lebih banyak investasi, lebih banyak investasi dalam teknologi, lebih banyak investasi dalam sumber daya manusia, merekrut lebih banyak orang. Tujuannya adalah untuk tumbuh, tumbuh secepat mungkin, karena saya yakin Indonesia akan menjadi pasar yang besar bagi Geotab.
Kendaraan bermotor di Indonesia 80 persen di antaranya adalah sepeda motor. Apakah Geotab memiliki rencana untuk mengembangkan teknologi fleet management untuk roda dua?
Tidak, tidak. Saya tidak ingin mengatakan hal manis dalam wawancara. Saya orang yang jujur. Saya tidak melihat kami masuk ke pasar kendaraan roda dua saat ini. Saat ini, pasar kami lebih fokus pada pelacakan.
Tidak banyak data perilaku yang dihasilkan dari pelacak [sepeda motor]. Hanya lokasi, mungkin kecepatan, atau berapa banyak bahan bakar yang tersisa, dan itu saja.
Geotab adalah produk yang jauh lebih canggih dari itu. Jika saya akan masuk ke suatu bidang dan menginvestasikan teknologi, itu akan lebih fokus pada truk berat. Truk berat yang membutuhkan keamanan lebih tinggi daripada sepeda motor.
Sepeda motor hanya dikendarai oleh pengemudi. Truk berat adalah kendaraan seberat 10.000 kilogram yang melaju cepat, dan itulah yang perlu dijaga keamanannya, serta dipastikan beroperasi dengan baik. Kami kemungkinan akan lebih fokus pada truk berat daripada sepeda motor.
(har)[Gambas:Video CNN]
Showroom Geotab Connect 2026 yang menunjukkan produk terbaru GO Focus Pro. (CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)
Vice President Global Markets Geotab, Sean Killen. (Arsip Geotab)